Entries from March 2008

31-03-2008

Dia Siap Untuk Pergi Jauh

Merekah di tengah waktu
Mekar di antara duri-duri yang siap menusuk tajam
Cintaku merambah ke lain dunia
Ke negara adi perkasa
Jiwaku bergetar tak siap terima
Aku……
Terpaku disini meneruskan PR-PRku
Kuingat di malam…
Mataku tak terasa basah
Hatiku sendu
Kakiku enggan melangkah lagi
Dewasa mana yang akan aku tempuh
Di saat cintaku bersemi
AKu harus ditinggal pergi………
Malang, 31 Januari 2008

Puisi ini aku tulis setelah aku mendapatkan mimpi [...]

28-03-2008

SEORANG PAMAN

 
Hari itu lelaki ringgkih
Telah tua dan batuk-batuk
Berjalan separoh hari membikin nafasnya terengah
Kemudian memaksanya berteduh di kolong jembatan
Bersanding rumput dan sampah kumuh
Paman tua melepas baju tuanya
Menggembalakan sejenak kelesuannya
Lalu membuka sebungkus nasi
Pemberian dari warung tadi pagi
Ya…… walaupun setelah bentakan-bentakan keras ia dapati
Namun senja ini aku tak melihatnya
Biasanya ia jalan di depan rumahku, sholat di mushalla sejak gerimis [...]

28-03-2008

Ya Tuhanku

Ya Tuhanku terkasih
Aku tertatih tatih
Didatas bumi perih
Ya tuhnku tercinta
Aku kerap mendua
Beralaskan senyumdunia
Ya Allah pemurah
Aku gemar berbangga
Hendak meminjam sifat-Mu yang A’la
Ya Allah pengampun
Aku taubatan nasuha
Teduh di bawah maghfiroh mulia
Ya Allah pemegang keridlaan
Aku makhluk buta, tuli dan jahil
Bentangkanlah jalan kebenaran-Mu
Nyalakan misbach-misbach hidayah-Mu
Ya Rabbi penyandang kearifan
Tiadalah Engkau menciptakan
Kecuali kelbang semutpun kau perhitungkan
Ya Rabbi pemilik kesempurnaan
Semayamkanlah di hati ini
Syariah-Mu [...]

28-03-2008

Ingin Pulang

Aku ingin turun
Dari gerobak syetan yang santun
Kau telah membawaku begitu jauh
Menembus baju siangku
Melewati tapal batas nalar
Mematahkan ruas-ruas keshalihan
Cukup….!!!
Hentikan gerobagmu di gang ini
Aku telah puas dengan rintihan
Adegan-adegan hidup yang tak kudambakan
Mabuk dengan pesona yang palsu
Ya Allah bantu aku temukan jalan-Mu
Aku ingin pulang….
Pakel, April 2007

27-03-2008

HUJAN

Hujan mel.ampiaskan rahmat
Rintik-rintiknya beserta malaikat
Jatuh dipanggun pagarbesi ini
Bunga-bunganya bersemi
Pakel, April 2007

27-03-2008

PONDOK KESABARAN

Terbelenggu
Di pndok kesabaran
Tiap pagi
Memandang langit
Menengadahkan harapan…..
Tiap waktu
Memanjatkan mimpi
Di pintu Afi’at-Mu
Tiap malam
Menyanyikan ratapan
Membasuh keletihan
Semua menanti esok yang ceria
Meski hari-hari silih berganti
Membacakan terali……..
Doko, Maret 2007

27-03-2008

MAMALIA

Kataustadz kau seperti aku
“asyiik berkembang biak”
Apakah kita melewatkan menjadi manusia ?
Melewatkan “berkembang biak”
Pakel, 02 Mei 2007
 

27-03-2008

EPISODE II

Embun pagi bergelayut dibatang pagar
Menyiratkan sinar mentari
Pendarnya menyergap teka-teki bening
Episode II kulalui…..
Menanti sebuah kepastian
Yang malu dan sembunyi
Dibalik tirai takdir
Di episode ini
Ku gantung harapan kedua diatas doa
Pada-Mu ya Maliki
Dan kukirim surat permohonan
Lewat gerimis sore ini
Aku yakin engkau baca kisahku
Mungkin aku terlampau lemah
Betapa gemar merintih
Memang aku tak sekuat batu karang Ya ALLAH
Hanya kerikil pantai
Sampai kapanpun aku tak [...]