Merekah di tengah waktu
Mekar di antara duri-duri yang siap menusuk tajam
Cintaku merambah ke lain dunia
Ke negara adi perkasa
Jiwaku bergetar tak siap terima
Aku……
Terpaku disini meneruskan PR-PRku
Kuingat di malam…
Mataku tak terasa basah
Hatiku sendu
Kakiku enggan melangkah lagi
Dewasa mana yang akan aku tempuh
Di saat cintaku bersemi
AKu harus ditinggal pergi………
Malang, 31 Januari 2008
Puisi ini aku tulis setelah aku mendapatkan mimpi [...]

Bila kita bisa memahami puisi, maka kita akan bisa membaca apa saja (baca: kehidupan). Sebab puisi tak saja terdiri dari sekumpulan kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan kiasan, tapi juga menyimpan tanda-tanda yang tidak secara langsung bisa ditangkap dan dicerna pembacanya. 