Jump to Comments
Hati tenang
Pikiran yang menang
Hati gundah
Pikiran resah
Jiwaku lengkap
Langkahku mantap
Jiwaku punah
Langkahku sirnah
Bila kita bisa memahami puisi, maka kita akan bisa membaca apa saja (baca: kehidupan). Sebab puisi tak saja terdiri dari sekumpulan kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan kiasan, tapi juga menyimpan tanda-tanda yang tidak secara langsung bisa ditangkap dan dicerna pembacanya. Selanjutnya| bluethunderheart on Kata Serapan | |
| fatto on Kata Serapan | |
| Mengembalikan Jati D… on Kata Serapan | |
| Septa Punya Cerita on Kata Serapan | |
| agustri on Kata Serapan | |
| Rhe mannies on Kata Serapan | |
| komuter on Kata Serapan | |
| bnu on Kata Serapan | |
| Shidiq Nur W on Kata Serapan | |
| Annisa Tristania A on Hiperbola ohh Hiperbola..… | |
| Annisa Tristania A on Hiperbola ohh Hiperbola..… | |
| agungfirmansyah on Kata Serapan | |
| ontohod on Kata Serapan | |
| fina on Sang Pemimpi | |
| ria manies on Kata Serapan |
Blog at WordPress.com. | Theme: Pressrow by Chris Pearson.