Di rantang itu
Ada nasi goreng cinta
Itulah pemberian cinta darimu
Di rantang itu
Ada suwir-suwir cinta
Seperti itulah hatiku
Di rantang itu
Ada penyedap cinta
Menambah harum cintaku
Di rantang itu
Ada kerupuk cinta
Cintaku gurih perih
Di rantang itu
Ada ketimun cinta
Kadang merasa tak berguna
Entries from July 2008
29-07-2008
Rantang-rantang Cinta
19-07-2008
Terganjal Waktu
Sekian lama kami menyusuri rel demi rel
Melampai batu keras
Yang biasanya menghadang
Mengdongkrak bersama
hingga tak terasa peluhpun menetes deras
Nikmat sekali rasanya
setelah batu itu kami singkirkan
Dengan bebas kami menyusuri rel demi rel bersama lagi
Bahagia bersemi
Tiba waktunya kami disambut rintangan waktu
Waktu untuk bertemu
Waktu untuk bersama membahas rasa
Hilang ditelan kesibukan masing-masing
Kami masih muda
Egoisme kami begitu kuat
Semua saling menyalahkan
Semua saling pingin [...]
16-07-2008
Hidup
Hidup adalah perjalanan
Kita melangkah demi langkah
Saat perjalanan ada angin topan
Apa yang kita lakukan
Berlari menjauhi angin topan
Satu juta langkah kemudian
Kemarau melanda
Apa yang kita lakukan
Mencari sumber air yang belum kering
Dua ratus ribu langkah
Di lalui selanjutnya
Kita temukan mangga masak yang siap makan
Apa yang kita lakukan
Besyukur…
Memberi ke sesama…
Begitulah hidup…
yang saat ini kumengerti
perjalanan yang tiap langkahnya membutuhkan proses

Bila kita bisa memahami puisi, maka kita akan bisa membaca apa saja (baca: kehidupan). Sebab puisi tak saja terdiri dari sekumpulan kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan kiasan, tapi juga menyimpan tanda-tanda yang tidak secara langsung bisa ditangkap dan dicerna pembacanya. 