Sekian lama kami menyusuri rel demi rel
Melampai batu keras
Yang biasanya menghadang
Mengdongkrak bersama
hingga tak terasa peluhpun menetes deras
Nikmat sekali rasanya
setelah batu itu kami singkirkan
Dengan bebas kami menyusuri rel demi rel bersama lagi
Bahagia bersemi
Tiba waktunya kami disambut rintangan waktu
Waktu untuk bertemu
Waktu untuk bersama membahas rasa
Hilang ditelan kesibukan masing-masing
Kami masih muda
Egoisme kami begitu kuat
Semua saling menyalahkan
Semua saling pingin di mengerti
Semua pingin di toleransi
Tak pernah ada yang mau mengalah
Ribut dengan kejengkelan dan tak terselesaikan
Ribut dengan kegelisahan yang belum terjadi
Kami sakit hingga sekarang
Semoga waktu ini cepat berlalu
Akan datang waktu baru yang lebih indah
Seharusnya kami berdua sadar
Semakin tinggi kita berada di puncak
Semakin erat tangan kita saling memegang
Semakin deras pula hantaman-hantaman
Ya Robb…
Berikanlah kedewasaan di hati dan pikiran kami
Aminnnnn……
19-07-2008...2:11 am
Terganjal Waktu
Jump to Comments

Bila kita bisa memahami puisi, maka kita akan bisa membaca apa saja (baca: kehidupan). Sebab puisi tak saja terdiri dari sekumpulan kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan kiasan, tapi juga menyimpan tanda-tanda yang tidak secara langsung bisa ditangkap dan dicerna pembacanya. 
21 Comments
19-07-2008 at 6:17 am
memburu waktu memburu rindu
padaMu rinduku ayu
sentuhku syahdu!
salam kenal juga
makasih dah singgah
19-07-2008 at 8:51 am
Subhanalaah
Sosok yang lain
20-07-2008 at 2:31 am
@achoey :: Sosok yang lain gmn yakkkk
20-07-2008 at 2:37 am
@apandi : @padaMu rinduku Syahdu ==> ngawur
23-07-2008 at 6:26 am
aminnn….
24-07-2008 at 2:39 am
@artja : Terima kasih archa
24-07-2008 at 3:19 am
turut mengamini
salam kenal balik
24-07-2008 at 3:49 am
Sory gw seorang speed reader..
Apa siy yg mo disampaikan mba dr puisinya??
kalo emang ga jelas..well welcome to our club..
24-07-2008 at 4:44 am
@Eriek : thank you wis buat ariekk
@Gempur : La speed reader gak pake hati mulakno gak ngerti
24-07-2008 at 5:59 am
Yup..goood..thanks jawabannya!
24-07-2008 at 6:54 am
@gempur : ye ye ye hahaha
24-07-2008 at 8:10 am
puisina bikin ngantuk cz pnjg2…
tpi gpp de gud Lak
tukeran link yukkkk,,
ne linkq
http://hellgalicious.wordpress.com
24-07-2008 at 12:47 pm
amin…
24-07-2008 at 2:09 pm
Salam
ada ungkapan..”kau tidak sempurna..begitupun aku so marilah kita sempurnakan dengan cinta” Insya Alloh waktu bisa menjawab segalanya, membuat lebih dewasa mengalahkan ego. Semoga
24-07-2008 at 10:35 pm
^_^ Mudah-mudahan makin bertambah umur, makin pula bertambah ilmu, makin bertambah amal, dan makin bijak memandang kehidupan..
25-07-2008 at 1:42 am
@ Insan-insan : Aminnn… terima kasih dukungannya teman
tukeran hayukkk
@nenyok : iya memenag manusai tak ada yang sempurna
@taliguci : terimakasihh
@hegaliciuss : hihihih panjang-panjang yahhh
26-07-2008 at 6:19 am
Allahu Akbar!
Salam Ukhwah!
26-07-2008 at 12:42 pm
tua itu pasti, dewasa itu pilihan…
kata-kata lo bagus…
nice to meet u guys..
27-07-2008 at 9:09 am
Selamat puisi anda berhasil membuat saya bingung. tapi bagus kok.
salam kenal
27-07-2008 at 11:59 am
hei aku wis mampir
28-07-2008 at 1:34 am
@ Nur: Makasih emmm dah nyempetin mamapir
la buktinya sampek bingung gt)
@ Pui : Nice too meet u too
@ Zacky : Salam kenal juga, bingung yaaa…. ternyata kalo kita buat puisis dalam masa kebingungan … pemirsa yang memebacanyapun ikut kebingungan…… (tulisan ini adalah rangkaian kata-kata tapi bener-bener memeberi nyawa
@ristanait : thank yah likkk dah mampir