Biarlah doaku terbang ke kotamu
Melintasi laut utara jawa
Berlabuh di pekarangan rumahmu
Membacakan syair keselamatan
Mengetuk pintu kerinduan
Mengejakan debur harapan
Sungguh atas nama Tuhan
Biarlah malaikat muwakil menjagamu
Membisikkan meniti jembatan kehidupan
Mungkin lewat message ini aku silahturahmi
Afwan, kepak sayapku belum sanggup ke wismamu
Entries from November 2008
21-11-2008
Do’a
19-11-2008
Senyummu
Kuraih harapan itu dengan senyummu…
Kudapatkan anganku dengan senyummu…
Kujalani apa yang pantas aku jalani juga karena senyummu…
Entah mengapa senyummu begitu nyata….
Hingga kurasa ada nyawa disetiap lantunnya…
Jangan kau bersedih…
dan tetaplah tersenyum bahagia….misz u huuny
Mungkin hatiku hanya sebesar dua telapak tanganku…
Atau mungkin hanya sebesar satu buah telapak tangan…
Namun apa yang kurasakan dihati ne kepadamu…
jauh lebih besar…
Dibandingkan besarnya lautan [...]
18-11-2008
Untuk Sahabat
Burung terbang
Ku kejar sampai ke awan
Ku nanti di ujung jalan
Hingga zaman berpaling melawan
Sungguh malang
Mawar cantik layu
Mawar cantik merunduk sayu
Malang sungguh malang
Tulisan ini aku kirim kepada sahabat penaku di Bojonegoro, namanya Pamelia Erka..!!!
SLTP Negeri 1 Pakel
kelas 3 (2002)
18-11-2008
Hati Apatah Mati
Juring itu
Menggorek hati daku
Menyayat terasa sembilu
Aduh hatiku
Juring itu sahabatku
Menerjang dalam tinggi terjal
Aku tak kuasa
Aku tak mampu
Aku tak berdaya
21 Juli 2003
Kamar Kos Towuti
12-11-2008
Tulisan Yang Cool
Ahai…. kali ini aku cuma mau membahas koment dari temen aku Awan (tonggo kos mbiyen) tentang postingan hari kemarin yaitu Ruh dan Nyawa Sebuah Tulisan. Dia bilang kalau:
Menurut aku, tulisan yang cool gak harus dialami sungguh2. Ada penulis emang yang jago banget merangkai kata dan kalimat yang output wuih ciamik banget.
Pernah baca The Alchemist-nya Paulo [...]
11-11-2008
Dia Bukan
Arjuna itu bukan dia
Bukan dia
Bukan diaaa!!
Jangan kau paksa aku
Hatiku tidak bisa
11-11-2008
Kereta Riang
Gemericik tawa
Pastilah geli telinga mendengarnya
Segerombolan pemuda menukar canda
dengan gadis di gerbong kereta
Entah apa yang mereka perhatikan
Hatiku berprasangka buruk indah tuan
Nenen bulat penuh itu gerangan

Bila kita bisa memahami puisi, maka kita akan bisa membaca apa saja (baca: kehidupan). Sebab puisi tak saja terdiri dari sekumpulan kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan kiasan, tapi juga menyimpan tanda-tanda yang tidak secara langsung bisa ditangkap dan dicerna pembacanya. 