07-01-2009...8:48 am

Dialog

Jump to Comments

Karangan fiksi tanpa dialog adalah kaku. Ya pa ndak..? ;) . Karena dialog itulah yang mampu membangkitkan suasana dalam sebuah karangan fiksi selain cerita latar, suasana dlsb.

Dialog juga mampu menguatkan karakter tokoh yang ada dalam karangan tersebut, malah aku bilang bisa sangat membangun sekali

Untuk karangan fiksi mungkin dialognya :

  1. Jangan pakai kalimat2 yang indah dan bersajak,  secara jamannya udah metropolitan ya ndak??
  2. Hindari yang bertele-tele, tapi untuk  karakter yang ragu/peragu bisa di terapkan, tapi juga gak boleh terlalu bertele-tele
  3. Perhatikan siapa bicara apa. Contohnya:
    “Assalamu’alaikum”
    “Waalaikumsalam”
    “Ini ria yahh?”‘
    “Iyah buk?”
    “Sudah semester berapa?”
    “Semester 5″
  4. Sebaiknya tiap tokoh punya gaya bicara yang lain-lain
  5. Jangan terlalu kaku gaya narasi pengantar.  Yang umum tuh biasanya “kata”,”ujar”,”tanya” dan “bisik”.  Coba utnuk mengembangkan istilah ”kilah”, ”lanjut”,  ”potong”, ”tebak”, ”gumam”, ”bisik”, dll.
  6. Dialog yang panjang itu menurutku membosankan :(
  7. Gak boleh cuma dialog saja, tapi sebaiknya di selingi   sama narasi juga.

Apakah ada yang kurang yaa?? :)

17 Comments


Leave a Reply