Hatiku terpesona oleh cahaya rasa
Rasa menggurat hati
Rasa menyayat jiwa
Cahaya cinta darimu kekasih
Cahaya ini akan tetap ada
Walau jiwaku sudah hilang
Ntah punya siapa
Menetes berpuluh eluh untuk kesejukan hatimu
Aku tak akan pernah bosan
17-06-2009...12:38 pm
Cahayamu
Jump to Comments

Bila kita bisa memahami puisi, maka kita akan bisa membaca apa saja (baca: kehidupan). Sebab puisi tak saja terdiri dari sekumpulan kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan kiasan, tapi juga menyimpan tanda-tanda yang tidak secara langsung bisa ditangkap dan dicerna pembacanya. 
17 Comments
17-06-2009 at 1:20 pm
Cahaya cinta mengantarkan kita kepada rasa yang membuat kita untuk selalu tetap bersemangat mengapai nilai yang menuntut agar tetap menuju kesejukan sejati
17-06-2009 at 1:33 pm
lak jiwa bukan punya siapa,yang pasti yang punya Allah SWT.Tp klo raga itu baru yang entah punya siapa
19-06-2009 at 9:19 am
wah sama yg punya rumah gk direply
17-06-2009 at 2:02 pm
puisi yang bagus,,kq puisi kbanyakan ttg cinta y,,yang lain donk..
17-06-2009 at 3:02 pm
lagi mikir hubungn cahaya ama payung apa ya?
17-06-2009 at 3:09 pm
dan cahaya itu kan tetap abadi
tuk menerangi hatiku yang luka
17-06-2009 at 5:35 pm
Cahayamu telah menerangi gelapnya relung jiwaku …
_salam anget_
17-06-2009 at 11:21 pm
Wah pulisi semua ya mbak Ria?
Untuk urusan pulisi, aku hanya bisa 4×4 =16 mbak
18-06-2009 at 12:50 am
Indah
Indah dik
18-06-2009 at 10:52 am
@kawanlama : kesejukan hati dan ketenangan jiwa
@anton : ngunu yah meng
@kir31: iyahhhh kapan2 di di buatin puisi yang temanya lain…… teriamaksih sarannya
@suwung; wahhhh jeli juga…. di payung itu ada cahayanya
@dahfy : luka karena apa?
@acha ; salam hangat selalu
@wandi; tidak mas…… ada artikel2nya juga… selamat membaca disini
@achoey : trmksh mas…..
@all : teriamaksih koment n sarannya…. senang sekali tulisan kecil mendapatkan banyak feedback
18-06-2009 at 11:11 am
cahayaNya kan selalu menerangi jalanmu..Sist
18-06-2009 at 8:14 pm
Cahaya entah apapun warnanya emang layak untuk diraba
diraba penuh cinta dengan kalbu yang lembut
Untuk merasakan desiran sayang dari sang cahaya.
Gak nyambung ya mbak
19-06-2009 at 4:29 am
Cahaya itu tuk siapa? ehm2…
19-06-2009 at 11:29 am
@mas yudha : saya kurang tau ini puisi kiriman dari seseorang yang tidak mau di ketahui identitasnya
@ahmad : nyambung kok mas….
cahaya itu membawa bahagia….
menerangi seluruh relung jiwa…
cahaya itu akan abadi hingga masa
menuai butir kesejukan pada akhirnya
@kenangan: betul mbakk
20-06-2009 at 3:48 pm
cahaya tak pernah padam itu menyala…:) hayah…kok melu-melu aq …ngawur mode on…
20-06-2009 at 7:37 pm
Kenapa puisi kok selalu memilih untuk beribet-ribet ria ya?
Apa semakin ribet semakin puitis?
20-06-2009 at 7:43 pm
@mas gustri : betul kok mas… gak ngawur
meby seperti ituuu
@mas agung : emmm karena puisi mewakili suatu hal yang mendalam dari perasaan yang nulis…. saking dalem e kadang buat yang baca ribet… hehehe..