Saya tergelitik untuk mencari tau tentang asal-usul bahasa Indonesia. Ternyata bahasa kita merupakan rumpun dari bahasa Austronesia, yang merupakan salah satu rumpun bahasa yang persebarannya paling luas di dunia.
Dalam wapedia, istilah Austronesia merajuk pada wilayah yang mencakup pulau Taiwan, kepulauan Nusantara (termasuk Filipina), Mikronesia, Melanesia, Polinesia dan pulau Madagaskar. Kata Austronesia sendiri secara harfiah berarti “Kepulauan Selatan” karena jika dilihat secara geografis berada di belahan bumi selatan.
Siapa yang mendiami Austronesia? Ya.. tentunya bangsa Austronesia itu sendiri, dimana titik asalnya adalah Taiwan. Para ilmuwan menempatakan Taiwan sebagai titik awal asal bangsa Austronesia karena di pulau ini dapat ditemukan pembagian terdalam bahasa-bahasa Austronesia dari rumpun bahasa Formosa asli. Sembilan cabang utama dari bahasa Austronesia kesemuanya adalah bahasa-bahasa Formosa. Berikut penggolongan bahasa-bahasa formosa
- Atayalik (Atayal, Seedik) [nama lain untuk Seediq:Truku, Taroko, Sediq]
- Formosa Timur
- Utara (Basai-Trobiawan, Kavalan)
- Tengah (Amis, Nataoran, Sakizaya)
- Barat Daya (Siraya)
- Paiwan
- Puyuma
- Rukai
- Tsouik (Tsou, Saaroa, Kanakanabu)
- Bunun
- Formosa Barat Laut (Saisiyat, Kulon-Pazeh)
- Malayo-Polinesia (Lihat di bawah)
- Dataran Rendah Barat
- Dataran Tengah-Barat (Taokas-Babuza, Papora-Hoanya)
- Thao
Lalu bahasa kita termasuk yang mana? Bahasa kita berada pada cabang Bahasa Malayo Polinesia. Dimana klasifikasi dari bahasa malayu Polinesia adalah sebagai berikut:
- Bahasa Kalimantan-Filipina atau bahasa Malayo-Polinesia Barat Luar (Hesperonia Luar): terdiri dari banyak bahasa seperti Dayak Ngaju, Gorontalo, bahasa Bajau, bahasa-bahasa Minahasa, Tagalog, Cebuano, Hiligaynon, Ilokano, Kapampangan, Malagasi, dan Tausug
- Bahasa Malayo-Polinesia Inti (Kemungkinan menyebar dari Pulau Sulawesi)
- Bahasa Sunda-Sulawesi atau bahasa Malayo-Polinesia Barat Dalam (Hesperonia Dalam), contoh: Indonesia Barat, Bugis, Aceh, Cham (di Vietnam dan Kamboja), Melayu, Indonesia, Iban, Sunda, Jawa, Bali, Chamoru, dan Palau
- Bahasa Malayo-Polinesia Tengah-Timur
- Bahasa Malayo-Polinesia Tengah atau bahasa Bandanesia: sekitar Laut Banda yaitu bahasa-bahasa di Pulau Timor, Sumba, Flores, dan juga di Maluku
- Bahasa Malayo-Polinesia Timur atau disebut juga bahasa Melanesia
- Halmahera Selatan-Papua Barat-Laut: beberapa bahasa di pulau Halmahera dan sebelah barat pulau Irian, contohnya bahasa Taba dan bahasa Biak
- Bahasa Oseanik: Termasuk semua bahasa-bahasa Austronesia di Melanesia dari Jayapura ke timur, Polinesia dan sebagian besar Mikronesia

Bila kita bisa memahami puisi, maka kita akan bisa membaca apa saja (baca: kehidupan). Sebab puisi tak saja terdiri dari sekumpulan kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan kiasan, tapi juga menyimpan tanda-tanda yang tidak secara langsung bisa ditangkap dan dicerna pembacanya. 
7 Comments
20-06-2009 at 8:18 pm
Hoo….
Terimakasih.
Sangat menarik….
Saya sangat suka tentang sejarah, budaya, dan bahasa.
20-06-2009 at 10:13 pm
sejarah, adalah proses yang amat panjang…
22-06-2009 at 4:42 pm
Salam
baru nemu tulisan yang seperti ini, wah ini bisa melengkapi tulisanku di
http://eshape.blogspot.com/2009/02/bahasa-indonesia-no3-di-dunia.html
TFS
Salam
23-06-2009 at 2:36 pm
di Indonesia sendiri ada banyak bahasa ternyata ya…
tp, bahasa yg banyak itu apakah masih ada…?
selain bhs Indonesia sy pun berbahasa Sunda …
bagaimana dgn Anda?
_salam anget_
24-06-2009 at 12:21 pm
@mas agung : terimakasih
@gubrik : betul
@eshape : segera meluncurrr
@acha : jawa, indonesia,
24-06-2009 at 11:08 pm
wah bagus nich bisa menambah pengetahuan umum gue heheheh salam kenal ya
25-06-2009 at 1:26 pm
info yg dahsyat
aku cinta bahasaku
Bahasa Indonesia