
Elok emas tiada berkarat
Karat murni dua puluh empat
Sirine ramadhan mulai mendekat
Rekatkan barisan rapat-rapat
Bentang sajadah tiada terhenti
Bisikkan dzikir berkali-kali
Bersihkan raga jiwa ini
Suci bersih tiada terperi
Hati berpeluh tiada sembuh
Karena iman enggan tumbuh
Ramadhan datang membawa teduh
Obati hati yang tiada tersentuh

Bila kita bisa memahami puisi, maka kita akan bisa membaca apa saja (baca: kehidupan). Sebab puisi tak saja terdiri dari sekumpulan kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan kiasan, tapi juga menyimpan tanda-tanda yang tidak secara langsung bisa ditangkap dan dicerna pembacanya. 
12 Comments
27-06-2009 at 9:45 pm
Engkau datang dikesunyian malam
Ketika aku sedang kesepian
Mengapa engakau menuliskan Ramadhan
Sehingga aku teringat Tuhan
Aku bukan seorang puitis
Bukan pula seorang penulis
Karna aku ingin berbaris
Bagaikan kata yang berbaris-baris
29-06-2009 at 10:49 am
[...] Ria Manies, Omiyan 20 komen [...]
29-06-2009 at 5:08 pm
@dariman : terima kasih udah ping balikk …
29-06-2009 at 5:17 pm
@ kcenya : teriamaksih banyak awardnya tapi belum sempet pasang nieee….
30-06-2009 at 4:20 pm
tak terasa ya
01-07-2009 at 8:11 am
apa kabar ria
iih masih jauh Ramadhan, heheheh
01-07-2009 at 6:12 pm
huehehe… sayah mah ngitung lebarannya dulu
01-07-2009 at 8:15 pm
InsyaAllah bulan Ramadhan tahun ini, kita semakin taat dan rajin melaksanakan perintahNya…^_^…V
02-07-2009 at 8:07 am
wah bulan puasa bentar lagi yah.. gak kerasa aja .. cepet bgt
02-07-2009 at 11:09 am
tak ada kata tak ada rupa
mari bersama kita puasa
08-07-2009 at 8:20 am
Untaian kata yang indah mbak Ria…
Makin RINDU RAMADHAN… ^^
15-07-2009 at 10:29 pm
di sini ramadhan masih sebulan lagi datengnya