17 Agustus 2009 kemarin kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia tercinta yang ke 64. Indonesia yang beragam, Indonesia yang kaya akan semuanya. Kalo kita melihat peta dunia secara keseluruhan, betapa cantiknya kepulauan kepulauan Indonesia. Gugusan pulaunya tidak di miliki oleh negara lain.
Tetapi sayang apa yang kita miliki masih kurang disadari oleh bangsa kita sendiri. Salah satu [...]
Entries from August 2009
26-08-2009
Bahasa dan Mengisi Kemerdekaan
26-08-2009
Backpacker
Ketika berada di jalan danau
Aku melihat apa mengigau
Backpack melintas dengan pemilik
Begitu pantas ketika ku lirik
Tampan rupa seperti angan
Tetapi siapa itu gerangan
Seperti hantu sedang lari
Lintas waktu aku mencari
26-08-2009
Penggembala Domba
kemarin aku ke lapang
membawakan secangkir teh untukmu
pelepas dahaga
periang suasana
ribuan kali ku pangkil engkau
penggembala…..
penggembala…..
kau tetap asik bermain dengan dombamu
ku tunggu kau di bawah pohon rindang
siapa tau kau akan datang
tetapi kau tetap saja diam
tak beranjak
tak pula balik pandang
hingga sebuah kereta kuda datang
menjemputku untuk kembali pulang
seutas tali kutinggalkan untukmu
di bawah pohon mungkin kau tau
sebagai tanda aku pernah disitu
17-08-2009
Tarik Menarik
Tarik kanan
Tarik kiri
Seperti tarik tambang
Dan lama-lama yang ditarik lelah
Tarik kanan ingin ku ikuti tetapi belum mampu
Tarik kiri ku rasakan tetapi tak bergetar
Seperti berputar pada nampan
Dan lama-lama yang ditarik pusing
Tarik kanan ada dilema
Tarik kiri ada sanding
Yang memiliki dilema belum bisa sanding
Yang ingin bersanding mempunyai dilema
Tarik kanan tarik kiri
Kuikuti teriak hati
Beradu sampai akhir nanti
Petunjuk jalan illahi
14-08-2009
Sari lagu “Tak Gendong”
Unik…., lagu ini unik sekali, ketika terdengar di telinga saya beberapa bulan yang lalu. Lagu ini diciptakan oleh mbah Surip seorang Jawa Timuran asli dari Mojokerto.Mbah Surip menciptakan Tak Gendong pada tahun 1983, pada saat beliau ada di Amerika Serikat.
Suatu hari saya pernah melihat konser mbah surip di salah satu stasiun TV, kebutulan saat itu ada [...]
11-08-2009
Koyak
Katak kusukkuOlok kata-kata kakKini katakkuKutuk anak-anak kakakKelak otakkuKepala kapakHendak elak konakkuPasti koyak

Bila kita bisa memahami puisi, maka kita akan bisa membaca apa saja (baca: kehidupan). Sebab puisi tak saja terdiri dari sekumpulan kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan kiasan, tapi juga menyimpan tanda-tanda yang tidak secara langsung bisa ditangkap dan dicerna pembacanya. 