03-11-2009...12:36 pm

Terakhir

Jump to Comments

Seperti mimpi terakhir bertemu denganmu
Aku mencoba untuk tersenyum
Waktu kau bilang “kamu pasti bisa mandiri sendiri”
Adalah sebuah ironi
Ironi yang menjadi kiasan kata “berhenti sampai disini”

“Lupakan kenangan kita”
Aku tersenyum kembali
Sebuah coklat kulumat untuk menahan tetesan air mata
Jangan sampai engkau sedih melihat air mataku
Sengaja kumenundukkan muka…
Mencari kesunyian sekejab
Membuang jauh mimik gundah

“Berpisah untuk selamanya”
Seperti mimpi aja rasanya
Secepat kilat ku ingin tersadar
Bukannya hilang tapi tak mau pudar
Sekiranya logika ini tak kuasa menembus rasa

Di dalam pelukmu tetes air mataku mengalir
Mengalir bersama peluh kerinduan
Segera kuhapus… dan tersenyum kembali
Tanganku erat mencengkeram
dan “Jangannn……. menjauhhhh”

2 Comments


Leave a Reply