Sepasang bangku klasik terbuat dari kayu terukir seperti jaman dahulu. Di bagian pojok dekat tempat pembakaran semut kami menikmati suasana sore. Dari meja itu aku bisa mencuri pandang bagaimana semut dibuat. “Hemm aromanya”, cacing perutku teriak-teriak , tidak sabar memangsa semut yang lezat.
Kak Dian membaca daftar menu yang ada. “Dek kamu pesan apa??” sambil menyodorkan [...]
Entries Tagged as ‘Cerita Bersambung’
12-06-2009
Akhir Pencarian Semut
07-05-2009
Pencarian Semut 2
Suara motor dan mobil menderu-deru. Timer pada lampu merah hampir menuju ke angka satu. Semua pada bersiap-siap tancap gas. Mengomentari jalanan dengan asap kendaraannya masing-masing. Kulirik tangan kak Dian, semakin kokoh memegang gas. Aku tersenyum dari belakang. Kayaknya rengekanku tidak membuatnya grundel. “Emang semut itu apaan sich dek??”dia begitu penasaran. “Sudahlah nanti kakak juga tau?” [...]
04-05-2009
Pencarian Semut
Cerah…, begitulah suasana sore itu. Matahari hampir tenggelam, jingga di sebelah barat hanya tersenyum melihat tingkah polah kami. Menyusurui sepanjang Jl. Mawar yang dipenuhi tanaman bunga-bunga yang begitu subur. “Kita lewat jalan anggrek ya?” ujar kak Dian. “oke kak..,! kakak tau gak jalan mawar ini, jalan yang paling adik suka. Mungkin hanya jalan ini yang [...]
20-03-2009
Surat Ini Untukmu Part 3
Aku bersandar di sofa, duduk mbungkuk seperti orang ayng putus asa. Iya aku memang lagi putus asa saat itu. Putus asa menunggu. Disekolah pikiranku benar-benar tidak bisa focus pada pelajaran. Kegelisahan cinta ini memberikan effect samping yang luar biasa. Rugi sekali. Menyambut ujian akhir sekolah yang semakin dekat malah di penuhi hantu di hati.
Momok [...]
10-03-2009
Surat Ini Untukmu Part 2
“Kamu kenapa Ne?” Jebol pula pertahannya untuk menahan dilemma pertanyaan, tak kuat dia melihat aku, teman satu kos, satu kota, satu bangku pagi-pagi termenung sendirian di depan meja seterikaan. Memang kursi di depan meja seterikaan yang berada di serambi lantai dua adalah koordinat paling pas untuk melepaskan busur risau hati. Serambi yang menghadap selatan tepat [...]
03-03-2009
Surat Ini Untukmu Part 1
Suara jangkrik mengiringi malam lemburku yang semakin panas. Tanganku semakin lancar saja menggoreskan rapido di kertas kalkir bekas tugas-tugas gambar teknik tahun lalu. Mata ini tak mau terpejam. Kret..! Tiba-tiba kalkirku sobek karena tekanan rapido yang terlalu dalam. Nafasku mendengus, sebal.
Aku beranjak dari meja teknikku, melangkah keluar menikmati malam yang begitu syahdu, bulan bintang setia [...]

Bila kita bisa memahami puisi, maka kita akan bisa membaca apa saja (baca: kehidupan). Sebab puisi tak saja terdiri dari sekumpulan kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan kiasan, tapi juga menyimpan tanda-tanda yang tidak secara langsung bisa ditangkap dan dicerna pembacanya. 