Begitulah yang dirasa Reina dimalam itu, kala rembulan merajuk dengan lembut, hati Reina tetap saja
gelisah. Bahkan kegelisahan itu hampir menjatuhkan air matanya. Ada percikan api yang tertahan keluar karena jaket lapis air yang rapat menutupi.
Burung hantu menari di ujung ranting dahan pohon mangga, matanya awas seperti peronda malam yang mencari maling ayam dengan diam-diam. Tetapi [...]
Entries Tagged as ‘Cerita Pendek’
21-07-2009
Tak Asing
15-06-2009
Sebuah Senyuman di Nurul Aby
Minggu pagi yang cerah, matahari hangat sekali, tidak begitu sakit di kulit. Tak terbayangkan jika akhirnya akan menemukan rasa bahagia yang maha dahsyat. Subhanallah….., diantara deru laju masyarakat yang bimbang memikirkan perut, menimbang waktu dengan harga mahal, menghabiskan detik-detik terakhir dengan ribuan kesenangan karena terkuras oleh deadline yang tak pernah habis, saya sempatkan untuk berkunjung [...]
28-04-2009
Yuyu
Berkejaran dan berlarian. Tak menghiraukan ratusan pasang mata bola yang melihatnya. Terik mataraharipun makin tersenyum melihat keceriaan meraka, pancaran cahaya yang dia berikan menambah anugerah kehangatan permainan itu. ”Ci kemari Ci….” teriak Cecep sambil berlarian mengejar si Cici. Cici gadis kecil berambut panjang itu tidak mempedulikan lagi suara lantang yang memanggilnya. Raungan Cecep tenggelam di [...]
08-04-2009
Rantai Putus
Kelabu dan tak tampak. Berlipat-lipat kabut tebal menyelimutiku. Mataku berkunang-kunang, melirik samping kanan kiriku, yang ada hanya sunyi senyap. Jalan yang setiap hari kulalui kok seperti ini?? Aku merasa asing.
Roda motor menggelinding pelan, mengendap endap menembus setiap lapis kabut. Tangan kananku bergetar, menggenggam erat pegangan gas, takut terlepas, takut kurang kencang tarikannya. Jantungku berdegup kencang, dahiku [...]
11-02-2009
Tubuhku Berontak
Suaraku semakin parau, serak-serak karena batuk. Lidah ini laksana mengunyah daun brotowali saja, pait sekali rasanya dan menebal. Satu minggu aku tidak melakukan aktifitas apapun, hanya makan, mandi, tidur dan benar-benar istirahat total. Bapak Ibu juga tidak membolehkan aku beraktifitas. “Sing penting sehat disik..!” nasehat Bapak. “Tapi pak…., kulo bosen!!” aku berusaha berkelit karena memang [...]
15-01-2009
Di Ruang Itu
Udara kembali bertiup semilir, dinginnya menerobos tulang, mendung kelabu tetapi birunya masih tampak, menuangkan kesan di pikiranku bahwa tidak semua mendung berwarna kelabu, masih ada mendung yang berwarna biru berarti masih ada harapan untuk menerobos masa depan yang gemilang. Aku kembali meliriknya dan berdehem saja.
Kejadian di ruang meeting siang tadi membuat hatiku semakin kaku, bisu [...]
09-05-2008
“J”
Jeng Juminten janda judes,
jelek jerawatan, jari jempolnya jorok.
Jeng juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogya-Jakarta.
Jamu jagoannya: jamu jahe. “Jamu-jamuuu…, jamu jahe-jamu jaheee…!”
Juminten jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi jalanan.
Jariknya jatuh, Juminten jatuh jumpalitan.
Jeng Juminten jerit-jerit:
“Jarikku jatuh,
jarikku jatuh…” Juminten jengkel,
jualan jamunya jungkir-jungkiran, jadi jemu juga.
Juminten jumpa Joko, jejaka Jawa jomblo, juragan jengkol,
jantan, juara judo. Jantungnya Jeng Juminten janda [...]
29-04-2008
16 April 2008
10 hari sudah bapak e mas masuk rumah sakit… dari awal aku sudah izin ke mas buat jenguk… tapi jenguknya belum kesampaian juga. Setelah mendengar kabar pada pukul 24.00 betapa hatiku ikut terpukul….., YA Allah belum sempet silahturahmi lebih dalem kok udah ditinggalin…!!
Berawal dari hari senin itu, aku minta tolong untuk ditemenin ke bengkel karena [...]

Bila kita bisa memahami puisi, maka kita akan bisa membaca apa saja (baca: kehidupan). Sebab puisi tak saja terdiri dari sekumpulan kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan kiasan, tapi juga menyimpan tanda-tanda yang tidak secara langsung bisa ditangkap dan dicerna pembacanya. 