Seperti mimpi terakhir bertemu denganmu
Aku mencoba untuk tersenyum
Waktu kau bilang “kamu pasti bisa mandiri sendiri”
Adalah sebuah ironi
Ironi yang menjadi kiasan kata “berhenti sampai disini”
“Lupakan kenangan kita”
Aku tersenyum kembali
Sebuah coklat kulumat untuk menahan tetesan air mata
Jangan sampai engkau sedih melihat air mataku
Sengaja kumenundukkan muka…
Mencari kesunyian sekejab
Membuang jauh mimik gundah
“Berpisah untuk selamanya”
Seperti mimpi aja rasanya
Secepat kilat ku [...]
Entries Tagged as ‘Tema Tulisan’
03-11-2009
Terakhir
08-10-2009
Kata Serapan
Kata serapan antar bahasa adalah hal yang lumrah. jika terjadi kontak bahasa lewat pemakai pasti akan terjadi serap menyerap kata. Dengan adanya proses penyerapan akan menimbulkan saling meminjam dan saling pengaruh unsur asing. Peminjaman ataupun penyerapan dari suatu bahasa itu sendiri pasti di latar belakangi oleh berbagai macam faktor. Yang biasanya mengalami perubahan atas proses [...]
05-10-2009
Ironi
Sedikit kita berkilas balik dengan majas yang sering kita terima saat pelajaran bahasa Indonesia di kelas waktu masih duduk di sekolah dasar. Majas Ironi merupaka salah satu majas sindiran. Sedangkan makna dari majas ironi itu sendiri adalah gaya bahasa sindiran yang menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut (saya ambil dari wikipedia).
Kata [...]
30-09-2009
Berserah
Ketika pembangunan ini berhenti
Bata air mata
Semen doa
Pasir kesetiaan
Tercecer…..
Aku termenung di sudut ruang
Ya Allah akankah ini terhenti
26-08-2009
Bahasa dan Mengisi Kemerdekaan
17 Agustus 2009 kemarin kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia tercinta yang ke 64. Indonesia yang beragam, Indonesia yang kaya akan semuanya. Kalo kita melihat peta dunia secara keseluruhan, betapa cantiknya kepulauan kepulauan Indonesia. Gugusan pulaunya tidak di miliki oleh negara lain.
Tetapi sayang apa yang kita miliki masih kurang disadari oleh bangsa kita sendiri. Salah satu [...]
26-08-2009
Backpacker
Ketika berada di jalan danau
Aku melihat apa mengigau
Backpack melintas dengan pemilik
Begitu pantas ketika ku lirik
Tampan rupa seperti angan
Tetapi siapa itu gerangan
Seperti hantu sedang lari
Lintas waktu aku mencari
26-08-2009
Penggembala Domba
kemarin aku ke lapang
membawakan secangkir teh untukmu
pelepas dahaga
periang suasana
ribuan kali ku pangkil engkau
penggembala…..
penggembala…..
kau tetap asik bermain dengan dombamu
ku tunggu kau di bawah pohon rindang
siapa tau kau akan datang
tetapi kau tetap saja diam
tak beranjak
tak pula balik pandang
hingga sebuah kereta kuda datang
menjemputku untuk kembali pulang
seutas tali kutinggalkan untukmu
di bawah pohon mungkin kau tau
sebagai tanda aku pernah disitu
17-08-2009
Tarik Menarik
Tarik kanan
Tarik kiri
Seperti tarik tambang
Dan lama-lama yang ditarik lelah
Tarik kanan ingin ku ikuti tetapi belum mampu
Tarik kiri ku rasakan tetapi tak bergetar
Seperti berputar pada nampan
Dan lama-lama yang ditarik pusing
Tarik kanan ada dilema
Tarik kiri ada sanding
Yang memiliki dilema belum bisa sanding
Yang ingin bersanding mempunyai dilema
Tarik kanan tarik kiri
Kuikuti teriak hati
Beradu sampai akhir nanti
Petunjuk jalan illahi

Bila kita bisa memahami puisi, maka kita akan bisa membaca apa saja (baca: kehidupan). Sebab puisi tak saja terdiri dari sekumpulan kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan kiasan, tapi juga menyimpan tanda-tanda yang tidak secara langsung bisa ditangkap dan dicerna pembacanya. 