kemarin aku ke lapang
membawakan secangkir teh untukmu
pelepas dahaga
periang suasana
ribuan kali ku pangkil engkau
penggembala…..
penggembala…..
kau tetap asik bermain dengan dombamu
ku tunggu kau di bawah pohon rindang
siapa tau kau akan datang
tetapi kau tetap saja diam
tak beranjak
tak pula balik pandang
hingga sebuah kereta kuda datang
menjemputku untuk kembali pulang
seutas tali kutinggalkan untukmu
di bawah pohon mungkin kau tau
sebagai tanda aku pernah disitu
Entries Tagged as ‘Alam’
26-08-2009
Penggembala Domba
20-06-2009
Asal Usul
Saya tergelitik untuk mencari tau tentang asal-usul bahasa Indonesia. Ternyata bahasa kita merupakan rumpun dari bahasa Austronesia, yang merupakan salah satu rumpun bahasa yang persebarannya paling luas di dunia.
Dalam wapedia, istilah Austronesia merajuk pada wilayah yang mencakup pulau Taiwan, kepulauan Nusantara (termasuk Filipina), Mikronesia, Melanesia, Polinesia dan pulau Madagaskar. Kata Austronesia sendiri secara harfiah berarti [...]
28-04-2009
Yuyu
Berkejaran dan berlarian. Tak menghiraukan ratusan pasang mata bola yang melihatnya. Terik mataraharipun makin tersenyum melihat keceriaan meraka, pancaran cahaya yang dia berikan menambah anugerah kehangatan permainan itu. ”Ci kemari Ci….” teriak Cecep sambil berlarian mengejar si Cici. Cici gadis kecil berambut panjang itu tidak mempedulikan lagi suara lantang yang memanggilnya. Raungan Cecep tenggelam di [...]
19-01-2009
Menari Dalam Hujan
Menari di bawah talang
Aku berlari mengejar hujan
Menghirup bau tanah
Kuingat lampau susah sudah
Menghitung titik air
Otakku mencair
Kaca jendela basah
Aku gelisah
Langitnya mendung
Dalam hujan aku termenung
12-12-2008
Awan dan Angin
Kuserahkan angin menerpa
Kupasrah akan jatuh dimana
Di Samudra Hindia-kah itu
Ah… peduli amat
Terserah…!
Itu lihat angin telah datang
Membawa awan biru untukku
Berangkatlah awan
Awan biru kunjungi kota mewah
Sebarkan penumpang disana
Kapankah gerangan akah di jatuhkan??
Angin menerpa awan biru
Membawa sang awan terbang ke langit megah
Apa ia ingin mengajakku memetik bintang???
18-11-2008
Hati Apatah Mati
Juring itu
Menggorek hati daku
Menyayat terasa sembilu
Aduh hatiku
Juring itu sahabatku
Menerjang dalam tinggi terjal
Aku tak kuasa
Aku tak mampu
Aku tak berdaya
21 Juli 2003
Kamar Kos Towuti
09-05-2008
Hari Yang Senja
“Hari semakin senja
usiaku berlalu merenta
hatiku terbakar setiap saat
nafasku tersumbat sesak selalu
jantungku yang telah berdetak, ohk!!”
Zaman terlampau tua
tolong ngger,
rawat lah aku!”
by Sarwani
SLTPN 01 Pakel, IIIE 2001
01-04-2008
Bebek
Aku dibelakangmu saja
Mengukuti gerak ekormu yang lucu
Kan kutegakkan bendera bertuliskan “Madzab bebekiyah”
Kalau tak membebek mau seperti apa??
Biar aku jadi pembebek : food, funky, fesyon
Tulungagung, Desember 2005

Bila kita bisa memahami puisi, maka kita akan bisa membaca apa saja (baca: kehidupan). Sebab puisi tak saja terdiri dari sekumpulan kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan kiasan, tapi juga menyimpan tanda-tanda yang tidak secara langsung bisa ditangkap dan dicerna pembacanya. 