Ketika berada di jalan danau
Aku melihat apa mengigau
Backpack melintas dengan pemilik
Begitu pantas ketika ku lirik
Tampan rupa seperti angan
Tetapi siapa itu gerangan
Seperti hantu sedang lari
Lintas waktu aku mencari
Entries Tagged as ‘P Sosial’
26-08-2009
Backpacker
15-06-2009
Sebuah Senyuman di Nurul Aby
Minggu pagi yang cerah, matahari hangat sekali, tidak begitu sakit di kulit. Tak terbayangkan jika akhirnya akan menemukan rasa bahagia yang maha dahsyat. Subhanallah….., diantara deru laju masyarakat yang bimbang memikirkan perut, menimbang waktu dengan harga mahal, menghabiskan detik-detik terakhir dengan ribuan kesenangan karena terkuras oleh deadline yang tak pernah habis, saya sempatkan untuk berkunjung [...]
15-01-2009
Di Ruang Itu
Udara kembali bertiup semilir, dinginnya menerobos tulang, mendung kelabu tetapi birunya masih tampak, menuangkan kesan di pikiranku bahwa tidak semua mendung berwarna kelabu, masih ada mendung yang berwarna biru berarti masih ada harapan untuk menerobos masa depan yang gemilang. Aku kembali meliriknya dan berdehem saja.
Kejadian di ruang meeting siang tadi membuat hatiku semakin kaku, bisu [...]
18-11-2008
Hati Apatah Mati
Juring itu
Menggorek hati daku
Menyayat terasa sembilu
Aduh hatiku
Juring itu sahabatku
Menerjang dalam tinggi terjal
Aku tak kuasa
Aku tak mampu
Aku tak berdaya
21 Juli 2003
Kamar Kos Towuti
04-11-2008
Puisi Toto Sudarto
Pergi ke Gramedia, Toga Mas adalah jadwal rutin yang selalu aku lakukan meskipun hanya melihat tok (tidak punya uang ) aku usahakan untuk kesana. Buat apa?? mungkin jawabannya kalo aku uraikan tidak sesuai lagi dengan judulnya yahhh. Hehehe!
Aku membeli 1 buku judulnya “kisah seorang adventure” buku ini adalah karangan Gola Gong, Siapa GolaGong pecinta [...]
25-10-2008
Robek
kenapa mereka jahat pada kita
hatiku yang telah terjait padamu
dirobek paksa dan terang-terangan
sakit perih menangis
niat yang kita renda di bredel
kejam
24-10-2008
Ideku Padam
semakin meredam
bahkan hampir menipis
pena yang biasa tergoreskan
tertidur di atas kertas putih yang kosong
enggan bergerak
enggan bersorak
enggan mengukir
kenapa api itu padam
kenapa gerangan ???
16-07-2008
Hidup
Hidup adalah perjalanan
Kita melangkah demi langkah
Saat perjalanan ada angin topan
Apa yang kita lakukan
Berlari menjauhi angin topan
Satu juta langkah kemudian
Kemarau melanda
Apa yang kita lakukan
Mencari sumber air yang belum kering
Dua ratus ribu langkah
Di lalui selanjutnya
Kita temukan mangga masak yang siap makan
Apa yang kita lakukan
Besyukur…
Memberi ke sesama…
Begitulah hidup…
yang saat ini kumengerti
perjalanan yang tiap langkahnya membutuhkan proses

Bila kita bisa memahami puisi, maka kita akan bisa membaca apa saja (baca: kehidupan). Sebab puisi tak saja terdiri dari sekumpulan kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan kiasan, tapi juga menyimpan tanda-tanda yang tidak secara langsung bisa ditangkap dan dicerna pembacanya. 