16 April 2008

10 hari sudah bapak e mas masuk rumah sakit… dari awal aku sudah izin ke mas buat jenguk… tapi jenguknya belum kesampaian juga. Setelah mendengar kabar pada pukul 24.00 betapa hatiku ikut terpukul….., YA Allah belum sempet silahturahmi lebih dalem kok udah ditinggalin…!!

Berawal dari hari senin itu, aku minta tolong untuk ditemenin ke bengkel karena sepedah motorku rusak berat tapi mas bilang harus ke dokter mas diam seperti biasa. Aku tau dia gak kuasa buat nolak…. tapi keadaan keluarga yang harus dia hadapi buat dia harus menelan keinginan ku itu…., semula aku kecewa dengan sikap mas…., tapi setelah aku tau…😦 bakal jadi orang celkaa kalo aku tetep ngotot pingin di anterin ke bengkel. Bapak e mas askit dia butuh mas… aku masih bisa melakukannya sendiri… “Inget lah ria kita hidup di dunia ini… siapa yang harus kita dahulukan??? Allah, Rosul dan kedua orang tua kita” begitulah hatiku berbicara. Aku mulai tersenyum dari kekecewaanku tadi….

Pulang dari kantor ku tanyakan bagaimana kondisi bapak…(hari selasa waktu itu) Mas bilang kalo kondisine bapak tambah parah “YA Allah”. Sore itu pula ku smz mas agar di ijinin buat nengok bapak..!
Adik : “Mas bapak bagaimana ??”
Mas  : “Tambah parah dek…, waktu dirumah perut e gak mlembung sekarang jadi mlembung??”
Adik : “Aku tak nyambangi bapak yahhh??”
Mas  : “…..”
Dia gak menjawab…, lama sekali aku menunggu jawab itu. Ku tahu apa yang dia rasakan. Tanpa banyak menunggu waktu aku smz kembali dia.Sambil memohon:
Adik : ” Mas adik tak njuenguk bapak yahhh……….. Plissssssssssssss!!, tak ngajak ibnu”
Mas  : “Iyah… janjian ma ibnu gpp, adik udah smz dia”
Adik : “belum nanti kalo mau berangkat adik smz”

Malam itu aku gak kuliah, badanku pegel semua. Aku istirahat… tapi pikiranku ada di rumah dakit membayangkan bagaimana kedaan bapak. Hemm sakit sekali…, sedih aku meneteskan air mata. Tak terasa lamunanku mendaki alam nirwana… AstagfirAllah aku gak boleh berprasangka seperti itu…, aku harus positif tinking biar bapak cepet sembuh.

Hari rabu pagi aku mualai sibuk degan kegiatanku di kantor ditunggu ma klient… Hemm… tapi pikiranku tak putus dengan keadaan mas di RS.. setiap kali aku smz dia, menanyakan kesehatan dan perkembangannya. Tapi jawban yang kurang memuas.. hatiku ikut sedih…Siang itu aku smz ibnu… hemm Adik : “Ibnu…., bapak e mas deddy sakit!! ”
Ibnu : “Ya aku baru saja tahu ri”
Adik: “Ibnu asa rencana nyambangi kesana??”
Ibnu : “Kayak e nanti ri?? bareng sama temen-temen.”
Adik : “Kalau misal aku bareng boleh?? Nanti rencanane kesana jam berapa?”
Ibnu : “Oke… Jam 4.30”

Jam 3 aku sudah bergegas untuk pulang…. meninggal kan pekerjaannku dan pamit ke pak zam, untuk menjenguk bapakku yang sakit.

Sesampai di kosan sudah menunjukkan pukul 4.00. Aku segera mandi dan menyeterika bajuku yang luset semua. Hatiku berdebar…. kekasihku smz. “Janjian sama ibnu jam berapa dek?? ” Begitu smz dia. Aku tau dia sekarang sedang menanti kehadiranku.. hampir dua minggu lebih kita jarang ketemu. Ato kalo ketemu mungkin cuma sebatar, nyerahain barang, ketemu 5 menit e balik lagi. Bertemu dengannya adalah hal yang mebuatku ketagihan. “Apa aku sudah benar-benar cinta :”>…”

Jam tangan pemberian mas udah menunjukkan pukul 4.30, kenapa ibnu dan teman-teman belum datang juga??. hatiku mulai kwatir apalagi mas sudah menungguku…Hemm ku berusaha menenangkan hatiku dengan menyalakan televisiku. Hemmm Jam 5 lebih belum ada smz dari ibnu kalo dia sudah datang. Akhirnya ku coba untuk menghumbungi dia lagi. “Nanti kalo nyasar or ibnu lupa bilang yahhh…..!!!” begitu rangkaian huruf-huruf yang kukirimkan ke ibnu. Krik krik…, bunyi jangkrik dari ringtone hpku bersuara segera kubuka ternyata mereka sedang berada di rumah temennya. Aku bersabar menunggu.

Lima menit kemudian hapeku berbunyi kembali, “Ri…, turun o ke bawah”. Alhamdulillah dia sudah datang hemm.. tak lupa kubawa apel yang kubeli dari alfamart yang kubungkus rapi dengan tas gambar apel juga. Aku segera membuka pintu gerbang kulihat mereka berdua dah menungguku di bawah pohon cerme.. tapi kok gak bawa sepeda motor yahh…!!

Ria     : “Loh….. nu gak bawa motor tah? Terus gimana??”
Ibnu   : “Naik land…”
Pentol: “Jalan kaki..”
Mereka berdua prengas prenges hemm aku berpikir kesana kemari, waduh apa motornya gak cukup?? Aku kan bisa bawa motor sendiri. Apa? Apa? Apa? dan banyak apa apa lag yang ada di dalam pikiranku.

Sesampai di gang masjid AsSyuro ada ebuah mobil yang pintunya terbuka…, terdengar tawa yang ndak asing bagiku…temen-temen telah menungguku di dalam mobil, oo ternyata bawa mobil to?? Ngomong-ngomong ini mobilnya siapa yahh…? Dalam hati aku bertanya seperti itu. “Kamu di depan Ri” begitu ibnu memepersilahkan aku dengan sopan untuk masuk ke dalam mobil.

Aku duduk dengan tenang, mobil melaju dengan tenang menyusuri jalan menuju ke Panti Nirmala…., sebentar mobil berhenti di depan gang pisang kipas karena cecep igin mengembalikan buku terlebih dahulu ke toko buku yang ada di seberang jalan. Lalu lintas lalu lalang karena waktu itu sudah sore sejalan dengan waktu para siswa mahasiswa pulang dari kampus dan ibu bapak yang pulang dari kerjanya. Teman-teman asyik memakan singkong keju yang mereka beli di kiri jalan…, sambil bercanda tawa mereka menyodorkan singkong keju kepadaku. Bagaimana aku bisa makan dengan lahap sambil ketawa riang, hatiku sendiriseperti ini rasanya. Kutolak dengan halus tawaran mereka.

Tak lama kemudian cecep kembali dari toko persewaan buku yang ada di pinggir jalan itu. Di dalam mobil kembali dmerekabergumam kepada cecep sebagaiamana mereka bercanda tadi. Aku hanya bisa tersenyum malu dan tersipu-sipu ketika mereka menggodaku dengan lontaran candanya.

Roda mobil kembali berputar meneruskan langkah menuju Panti Nirmala. Kekasihku sudah mengirimkan smz kembali “Adik nyampai mana, tadi janjian ma temen-temen jam berapa??” bagitu smz mas deddy saat itu. “Ini dalam perjalanan”, begitu aku menjawabnya. Hatiku di rundung gelisah tak menentu, ntah karena ini adalah pertemuankua dengan bapak atau gimana aku kurang tau. Ku coba untuk istigfar meredam kegelisahan yang semakin menjadi. Mobil semakin mendekati panti nirmala. Ya Allah……………… hatiku bener-bener gelisah.

Mobil sudah mulai merangkak menuju ke Panti Nirala, saat itu hampir magrib. Suasana jalan begitu ramai. Matahari meredup seakan ingin menemani hatiku yang ikut terhanyut dlaam kegelisahan. Selesai mengatur posisi parkir yang nyaman. Pentol membukakan pintu untukku. Ya Allah kenapa kaki ini berat untuk di ajak melangkah…. :((. Aku kembali ber istiqfar….

Teman-teman sibuk menghubungi mas karena tak ada satu pun di antara mereka yang tau dimana kamar bapak di rawat. Mereka juga menanyakan itu padaku, aku baru pertama kali ini kesini😦. Katanya di ruang “santa maria” entah jelasnya apa aku telah lupa. Bagitulah aku kalo kepikiran apa sedikit saja gampang jadi pelupa.

Kami sgera mencari ruangan yang ditunjukkan tadi… hatiku semakin berdebar gak karuan. Awal pencarian salah….. hemmm tapi akhirnya kami menemukannya juga. Teman-teman masuk duluan… ibnu, veri dan aku merada di belakang. Ku lihat kekasihku yang sedang menunggu bapaknya. Begitu tersirat wajah yang lelah, capek dan payah. Rambutnya yang rintik dan gondrong membuat nya semakain tampak lelah. Hemmm Sayang………….. jika saat itu gak da temen-temen ingin kupeluk kekaksihku tersayang ini. Oh cinta….

Teman-teman mulai menyalami bapak bergantian… aku yang terakhir, kuihat wajah bapak begitu lemah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s