Surat Ini Untukmu Part 1

Suara jangkrik mengiringi malam lemburku yang semakin panas. Tanganku semakin lancar saja menggoreskan rapido di kertas kalkir bekas tugas-tugas gambar teknik tahun lalu. Mata ini tak mau terpejam. Kret..! Tiba-tiba kalkirku sobek karena tekanan rapido yang terlalu dalam. Nafasku mendengus, sebal.

Aku beranjak dari meja teknikku, melangkah keluar menikmati malam yang begitu syahdu, bulan bintang setia menemaniku.

Dia sedang apa disana??” lamunanku jauh kepada sosok yang kuanggap sebagai rajawali gagah perkasa yang sedang bertempur di medan perang untuk masa depan. Sehari saja sepi rasanya tanpa gojekan lucu dari bibirnya, apalagi beberapa hari ini dia tidak bersua sama sekali. Rasa rindu ini terlalu menganak seperti dua genggang rinso yang di campur dengan dua liter air terus diaduk. Memenuhi baskom hatiku. Menimbulkan efek samping sesak dan sakit di ulu hati.

Kutinggalkan sekilas senyuman untuk bintang dan bulan yang setia menemanikau, aku kembali ke kamar dan duduk di pinggir tempat tidur. Kupegang hape yang tergeletak disana, “tidak ada miscall ataupun sms darinya” mukaku begitu masam, mungkin semasam belimbing wuluh kalo di makan mentah-mentah.

Keesokan harinya dalam sambutan matahari yang cerah, dimana sinarnya selalu bersorak sorai kepada kamar kosku aku masih penuh harap menunggu sebuah message darinya. Tapi Nihil… “emmm” hatiku mualai carut marut ndak karuan. Tepat dua minggu dia tidak menghubungiku sama sekali.

Evi, teman satu kos yang dari tadi sudah rapi, berpakaian putih-putih di masukkan seperti tenaga kesehatan yang sudah siap perang, menyapa sambil mengernyitkan dahi.  Mungkin begitu berjuta-juta pertanyaan yang ingin ia sampaikan ke padaku melihat aku seperti sang babon yang kehilangan jantan.

10 thoughts on “Surat Ini Untukmu Part 1

  1. gambar teknik ?.masih adakah.?.
    jadi teringat,pas pakai kertas kalkir.ngerjain sampai malem,udah selesai bagus malah tak setrika, hiks…buat lagi sampai pg akhirnya gak tidur.

  2. Om…om…, eh salah. Jeng… si aku ini cewek kan? dan si rajawali itu cowok kan?

    Nah, mau tanya. Sebenernya, pada umumnya apa sih yg dirasain cewek/akhwat/wanita (atau apalah nama makhluk ini) klo ada cowok yg jago gojekan atau bahkan hobi gojekin si cew?

    Bagaimana perasaan si cew terhadap cowok itu? Biasa2 saja kah?

    ~sori, nanyanya banyak. Maklum, ga pernah jadi cewek. Cuma pernah jadi cowok.

  3. .: Sayangku, Sarangmu :.

    bukan niat hati tuk lupa
    tapi tugas membuat rupa
    tak terjaga akan hina
    untuk kembali padamu

    Setiap kepak sayap yang melalui angin
    kupersembahkan untukmu yang terliputi dingin
    ingatanku mengalir deras….

    “Duh Gusti aku Rindu”

    Rasa itu mulai keras…..

    pulang ke sarangmu sayangku
    ada pilu mengiris kalbu
    sakit sembilu ketika ingat
    akan cinta yang terlambat

    pulang ke sarangmu sayangku
    adalah nikmat yang menguap bersama
    air yang merembes dari mata
    hati yang penuh cinta.

    pulang ke sarangmu sayangku
    adalah cita-cita dalam gulita
    terang saat tak ada kata
    redup saat tak ada tanda

    ke sarangmu sayangku
    aku menunggu
    waktu

    .: Menteng, 06 Maret 09, Roy Semut :.

  4. @ibnu : tiap hari aku hibur yooo…😉
    @agungfirmansyah : Rasa rindu ini terlalu menganak seperti dua genggang rinso yang di campur dengan dua liter air terus diaduk. Memenuhi baskom hatiku. Menimbulkan efek samping sesak dan sakit di ulu hati. => ini rasanya Pak.
    @penthol : halah dirimu ki, aku yo gak pengalaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s