Bahasa adalah Budaya

Menyoroti berbagai macam bahasa yang terjadi dilingkungan sekitar. Anak-anak kecil, generasi penerus bangsa yang akan menjadi tumpuan bangsa Indonesia sudah lihai mengucapkan “Bodo amat!”, “Emang gue pikirin…mah?” sambil nyengir berlalu sama mama nya. Yang mungkin masih banyak kata-kata yang lain.

Kasar, itu yang terasa di telinga saya ketika mendengar seorang anak kecil imut berkata seperti itu. Itukah kemajuan bahasa kita? Bahasa seperti ini yang akan kita tinggalkan kepada anak cucu kita. Siapa yang mesti disalahkan dengan kemajuan bahasa Indonesia yang semakin liar? Orang Tua? Si anak ataukah modernisasi arus media yang begitu cepat merambat ke berbagai kalangan tanpa mengenal usia.

Saya rasa semua bangsa Indonesia, yang tua, yang muda memiliki tanggungjawab yang sama tentang maslah ini. Kita mulai dari lingkungan kecil dulu yaitu diri sendiri, keluarga kemudian ke lingkup yang lebih besar.

Ingat bahwa mulutmu adalah harimaumu, apa yang kita terima atau dengar dari lawan kita bicara sedikit banyak adlah hasil dari apa yang kita ucapkan sebelumnya. Bagaimana menurut temen-teman bloger mania???😉

18 thoughts on “Bahasa adalah Budaya

  1. Kalo bahasa adalah budaya.Jadi budaya kita memang kasar.seperti yang Bapak tulis..Kan anak-anak ngomongnya kasar menurut bapak.

    Televisi memang dituding,Tv punya lembaga pengawas entah apa namanya.Berarti pengawasnya kasar juga.nga dilarang tvnya.Jadi kita ini kasar juga ya pak.kita kan diam aja malah asik nonton tV juga

    wah maaf nich pak.agak kasar kali ya nulisnya

  2. Pak tadi udah kasih koment panjang tapi nga mucul tuh.Unsur terpenting dalam bahasa adalah contoh teladan.baik itu sikap,tutur kata ataupun cara kita memandang sesuatu.Itu akan berimbas kpd lingkungan kita terutama kepada anak – anak kita.
    salam kenal pak

  3. @kawanlama95: ini mbak… pak🙂 salam kenal balik. Iya betul, harus ada teladan. Nah siapa yang jadi teladan? ya diri kita sendiri!!! kita memberikan teladan kepada anak-anak kita, sama artinya kita sudah menelurkan satu bibit unggul untuk teladan di masa yang akan datang. Btw gpp panjang… memang postingan kali ini bertujuan untuk diskusi… terimakasih banyak ya pak😀

  4. @cenya : Belajar bahasa berarti juga belajar budaya tapi belajar budaya belum tentu belajar bahasa. => mohon maaf saya agak menyanggah komentar bapak.. Misal nie kasus kecil saja. Kita akan mempelajari/ diajar oleh guru kita tentang candi, bagaimana cara seorang guru menjelaskan candi tersebut agar lebih mudah dimengerti oleh siswanya?? dengan Bahasa bukan?? monggo kalo ada usulan2 yang lain

  5. @lifechoice : usulan yang bagus, keponakan saya bandel banget, dia ndak peduli, walaupun udah di larang kadang masih suka menirukan bahasa2 yang kurang sopan.!! nah bagaimana tuh ya??😉

  6. kepedulian kita terhadap bahasa nasional akhir-akhir ini terasa sangat memprihatinkan. bahasa nasional yakni bahasa Indonesia untuk digunakan sehari-hari (misal: menulis dan berbicara) telah hampir tidak menjadi kebiasaan lagi. apalagi di kalangan kaum pemuda.

    mungkin perlu dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing untuk mengajarkan anak-anaknya untuk mencintai sekaligus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, agar kita akan terus bangga memiliki bahasa nasional ini. Justru bukan merasa malu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  7. bahasa sekarang memang luar biasa perkembangannya. kalao menurut saya sih, biarkan saja anak-anak tau semua yang ada di luar, tapi di rumah kita kasih tau mana yang baik mana yang buruk. bukankah begitu tugas ortu?🙂

  8. @eriek: betul betul => saya rasa bukan malu, tapi nilai kebanggaan terhadap bahasa indonesia itu belum ada. coba bangga mana kuliah sastra indonesia dengan sastra inggris.😉
    @kucingkeren => yup yup… betul kata sampyn.

  9. @agustriku : Bahasa Indonesia
    @fatto : pokok e sing elek gak oleh ditiru
    @pertanyaan : merusaknya gmn?? saya kok kurang jelas.
    @antokoe: kalo menurutku se, kalao bahsa kita kurang baik mencerminkan budaya kita yang kurang baik pula..😉

  10. jadi inget obrolan ma seseorang…

    saya : klo punya anak, bahasa dirumah harus bahasa indonesia.
    dia : ga ah, bahasa sunda aja
    saya : yee…saya kn ga bisa bahasa sunda. jadi indonesia aja! pake bahasa nasional…

    hmmm….dengan mkin banyaknya bahasa gaul, bahasa sms, dan bahasa lainnya, bahasa indonesia seolah-olah jadi terpinggirkan. hmmm…

  11. Sepakat mbak.

    Kita tidak perlu menyalahkan siapa-siapa, tetapi yang penting adalah apa yang bisa kita lakukan agar tercipta budaya yang luhur, antara lain dengan penggunaan bahasa yang baik dan benar.

    Tulisan ini, saya rasa, juga merupakan kiprah panjenengan untuk turut mempertanyakan dan kemudian menggerakkan pembaca untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar.

    Top markotop lah mbak. Monggo dilanjut.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s