Surat Ini Untukmu Part 3

Aku bersandar di sofa, duduk mbungkuk seperti orang ayng putus asa. Iya aku memang lagi putus asa saat itu. Putus asa menunggu. Disekolah pikiranku benar-benar tidak bisa focus pada pelajaran. Kegelisahan cinta ini memberikan effect samping yang luar biasa. Rugi sekali. Menyambut ujian akhir sekolah yang semakin dekat malah di penuhi hantu di hati.

surat-surat1Momok yang besar. Senin yang tak menawarkan bahu sandaran ketika hatiku sedang di kerumuni hantu cinta dan mulai bergentayangan di pikiranku. Menjalar ke logika dan membuatnya konslet. Pelajaran-pelajaran super berfikir ada di hari ini semua. Matematika, Fisika, B-Pro. Mungkin detik-detik hari Senin yang bermusuhan denganku dengan riang mengucapkan “Selamat Anda Beruntung..!!!” sambil tertawa terbahak-bahak.

“Ayo… semangat….!!!” tiba-tiba ada sulutan api semangat dari dalam diri. Dengan sekejap pula hujan kegelisahan datang seperti sunami, mengalahkan sulutan api semangat tanpa kutik. Berkali kali pertarungan itu bertanding di arena pikiran. Sial…. hingga usai jam sekolah, selalu semangat yang terkalahkan.

Tutut masih belum pulang, ada jam tambahan di kelasnya. Aku mengintipnya dari jendela. Dia memberikan isyarat kerdipan mata kepadaku. Sambil mulutnya komat kamit kayak bu dukun, kalo di deskripsikan jadi plaintext hasilnya seperti ini “Tunggu aku ya Ne…!! ;)”. Kutulisakan huruf “OK” dari balik jendela.

10 thoughts on “Surat Ini Untukmu Part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s