Yuyu

Berkejaran dan berlarian. Tak menghiraukan ratusan pasang mata bola yang melihatnya. Terik mataraharipun makin tersenyum melihat keceriaan meraka, pancaran cahaya yang dia berikan menambah anugerah kehangatan permainan itu. ”Ci kemari Ci….” teriak Cecep sambil berlarian mengejar si Cici. Cici gadis kecil berambut panjang itu tidak mempedulikan lagi suara lantang yang memanggilnya. Raungan Cecep tenggelam di antara suara kapal laut yang ingin berlabuh dari perlayaran.

“Ci….. kamu mau kemana?” Cecep masih saja berteriak lantang seperti seorang jendral yang menyiapkan pasukan. Tetapi pikiran Cici tertuju hanya pada benda yang ada di depan sana. Cecep berhenti, menatap cici dari belakang. Cici enggan berpaling, hanya rambut panjang Cici yang melambai-lambai, mengajak Cecep untuk mengikutinya.

Cecep melangkah gontai, sesekali mengernyitkan dahi, memikirkan apa yang sebenarnya diinginkan cici. “Cep..!” suara Arman menghilangkan sekejap pikirannya tentang cici. “Kamu mau kemana?” Tanya Arman menghentikan langkah Cecep. “Aku ingin tau apa yang akan dilakukan Cici disana!” ujarnya. Pandangan mata Arman terlihat mengikuti petunjuk tangan Cecep. “Kita lihat yuk” Arman memberi semangat.

Mereka berdua berlari kecil, menuju kearah Cici berhenti. Matahari semakin condong ke barat. Ombak bersorak sorai mengikuti rasa penasaran Cecep dan Arman dengan apa yang dilakukan Cici.

Jarak menuju Cici semakit dekat. Semakin terlihat jelas apa yang diperbuat gadis itu. Dia mengorek orek, menggali pasir sampai membentuk lubang.

Cecep mengikuti tingkah Cici. “Ci… apa yang kamu lakukan, apa yang kamu cari?” rasa penasaran si Cecep membuih. “Aku melihat seekor yuyu disini” jawabannya tanpa menghiraukan Cecep yang sudah ikut berjongkok dan mengamati lubang yang sama. Arman hanya berdiri saja sambil berkecak pinggang, memelototi mereka berdua yang asik menggali pasir untuk menemukan seekor Yuyu yang bersembunyi di balik pasir pantai yang lembut.

Paling yuyunya juga udah ilang” komentar Arman.

Nah…. Ini dia…. Hore hore…..!!!” teriak Cici sambil memegang seekor yuyu kecil . “Lihat nich man ada khan!!”… pamer Cici kepada Arman yang tadi sempat mematahkan semangat Cici saat mencari hewan kecil itu. “ Coba mana lihat..!!” Arman mencoba meraih hewan kecil itu dari tangan Cici, “Awas nanti dia lepas…!” teriak Cici memperingatkan Arman. “Iya iya, cerewet amat” ejek Arman. Terlihat lengos wajah cici kepada Arman. Cecep ikut mengamati yuyu yang ada di tangan Arman.

Langit memperlihatkan emasnya dari arah barat, air laut semakin berkilau terkena siletan cahaya senja. “Pulang ajah yuk…! Udah sore nich. Kita bawa aja yuyunya ke rumah, kita taruh di rumah keong yang tidak bepenghuni itu. Daripada ditempatin hantu…!” sahut Cecep. “Emang ada rumah keong berhantu…?” katanya Arman tampak serius. “Man man… kata-kata Cecep gitu aja, di dengar…. Dodol…! hahaha” Cici ngikik mendengar kata Arman. Ketiga bocah kecil itu melangkahkan kakinya kembali ke rumah. Membawa seekor yuyu yang sudah dia tangkap.

Note: cerita pendek yang begitu sederhana ini terinspirasi ketika melihat ketiga bocah kecil yang main di pantai Sendang Biru. Terimakasih buat : armindra, ibnu, hanggara ari aka njambrong, budi anduk, pentol aka altezar, gilang, bram, ceweknya armindra (maaf paling sulit nie ngapalin nama), farida dan suami (selamat menempuh hidup baru) yang ngajak aku ke pantai…. hehehe…. trims ya sobat!!!

16 thoughts on “Yuyu

  1. Wah … teringat waktu masih anak-anak suka bermain yuyu di sawah … senang sekali bila mengingat massa anak-anak dahulu … ahh sekarang sudah lewat … waktunya …

  2. begitulah jeng… ketika kita sudah memiliki ‘dasar’ atas kejadian/peristiwa, kita jadi mudah menjabarkannya dalam bentuk cerita yang realistis… seolah kita menceriterakan kejadian yang kita lihat/alami…

  3. @muhammaze : yuppp ancen pribumi iki kang😀
    @suklo : iya betul
    @kuli : tiada matinya yahhh….. ceritanya
    @Infinite Justice : betulll …… harus melihat sendiriii

  4. hahaha…
    yuyu itu kepiting kan????

    cz ak taunya yuyu hakuso..
    film kartus yang bagus…
    hehehe
    yuyu kangkang roy juga tau..

  5. jadi inget waktu kecil di kampung, suka mainin yuyu sampe-sampe mau plihara, ehh pas dipelihara malah tewas tu YUYU………..malang bener nasib yuyu yang tidak mendpatkan penghidupan yg layak dari anak kecil ingusan ini……………….wkwkwkw

    btw buat yg empunya blog,trus posting cerita yg bisa buat kita mngenang masa kcil yoooo.salam dari mkasar

  6. @M. Surya Ikhsanudin : hahaha😉 hanya keceriaan yang ada
    @roy :yup yup anda betull
    @cummank : iya insyaAllah, doain bisa istiqomah yahhh
    @achoy : betulll

  7. Masa kecilku dulu bermain di alam yg masih asri. Kini anak2ku rasanya tdk mungkin bermain seperti masa kecilku dulu.
    Alam memang begitu cepat berubah, tak terasa.

  8. weee, maknyuss, dari hal sederhana tercipta sebuah cerita, saluuuttt saluttt

    coba kirim ke kandangagas.blogspot.com kalo berminat, lumayan dapet buku gratisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s