Kelembutan Kawabata Yasunari

Yasunari_KawabataSosok Kawabata Yasunari adalah nafas baru bagi dunia sastra Jepang. Dia membawa rasa yang berbeda dari karya-karya sastra yang sudah ada. Kemampuannya dalam menuangkan kata mempunyai kadar sensibilitas estetik yang begitu lembut. Hingga banyak sekali sastrawan dunia selanjutnya yang bercermin padanya seperti Gabriel Garcia Marquez.

Melalui tulisannya, dunia mengenal tokoh Matshuo Basho. Berbagai macam nobel sastra berhasil dia dapatkan dari hasil tulisannya. Karya sastranya antara lain: Gadis Penari dari Izu (Izu no Odoriko 1926), Negeri Salju (Yukiguni 1935-1937, 1947), Empo Go (Meijin 1951), Seribu Burung Bangau (Senbazuru 1949-1952), Suara Gunung (Yama no Oto 1949-1954), Danau (Mizuumi, 1954) dan rentetan karya sastra yang lain yang menambah keriputnya begitu tampak jelas, tetapi tetap bersahaja.  Selain menulis dia juga bekerja sebagai wartawan salah satunya di Mainichi Shimbun di Osaka.

Kawabata Yasunari lahir pada tanggal 14 Juni 1899 di Osaka Jepang. Jika melirik tanggal lahirnya pastilah dia telah melewati masa-masa perang dunia satu dan perang dunia dua dimana negara Jepang juga turut andil dalam kemelut dunia tersebut. Bahkan bisa dibilang seluruh tulisannya adalah pengaruh dari Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2, karena kejadian tersebut membuat sebagian besar keluarganya meninggal dunia.

Pada usia ke 72 tahun tepatnya pada tanggal 16 April 1972 Kawabata Yasunari meninggal di karenakan bunuh diri. Tidak ada hal-hal yang ditinggal yang bisa menjadi petunjuk atas kematiannya. Praduga yang dikemukakan tentang penyebab kematian penulis terkemuka ini masih menjadi tanda tanya yang besar.  Kemungkinan Kawabata meninggal seperti kesehatan buruk, putus cinta bahkan ada yang mengemukakan Kawabata mati karena keadaan spikologinya shock atas kematian sahabatnya Yukio Mishima yang disebabkan bunuh diri.

gambar dari : http://www.asiaobserver.com

20 thoughts on “Kelembutan Kawabata Yasunari

  1. eyyy… ada yg ngomongin sayah ternyata….😆
    neng Riani seneng ama sastra jepang ya…
    wah mantap surantap…..

    kalo sayah mah lebih seneng sama sastra jingga neng:mrgreen:

  2. duh.. sayaaaang.. kok bunuh diri ya…
    ternyata kelembutan tak berpengaruh banyak ya…
    atow krn di japan mah, bunuh diri teh suatu kebanggaan ya…
    beda zaman, tempat, waktu… beda juga budayanya ya…
    _salam anget_

  3. Gadis Penari dari Izu (Izu no Odoriko 1926), Negeri Salju (Yukiguni 1935-1937, 1947), Empo Go (Meijin 1951), Seribu Burung Bangau (Senbazuru 1949-1952), Suara Gunung (Yama no Oto 1949-1954), Danau (Mizuumi, 1954), dan beliau nampak sangat tua sekali. Akan tetapi perjuangan yang dilewatinya menjadi dorongan untuk saya! Kisah yang bagus dan saya memberikan award untuk anda. Mohon diambil lalu postingin ya…^_^…V

      • saya sangat berterimakasih buat semua temen2 yang kasih saran n masukan…………………… saya berharap postingans aya di sini adalahh wadah saya untuk belajar n temen2 adalah gurunya, yang menilai ikut merasa emnambahi…. kasih masukan n saran sebanyak banyak nya… agar postingan dan tulisan saya yang lain semakin berkualitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s