Tak Asing

Begitulah yang dirasa Reina dimalam itu, kala rembulan merajuk dengan lembut, hati Reina tetap saja
gelisah. Bahkan kegelisahan itu hampir menjatuhkan air matanya. Ada percikan api yang tertahan keluar karena jaket lapis air yang rapat menutupi.

Burung hantu menari di ujung ranting dahan pohon mangga, matanya awas seperti peronda malam yang mencari maling ayam dengan diam-diam. Tetapi mata burung malam yang tajam itu tak mampu menolehkan pandangan Reina dari bayangan semburat wajah yang begitu ia kenal. Bukan SKSD…., tapi hati itu, sosok itu seperti tidak asing di sepanjang perjalanan hidupnya. Ia masih saja termangu di balkon kamar tidur dan hanya sekali-kali menyapa rembulan.

Reina menarik nafas panjang dan dalam, menghembuskannya pelan dan menyadari apa yang terjadi. “Ya Allah…., apa yang terjadi pada diriku” gumamnya dalam hati. “Kekuatan apa ini. Kenapa begitu mudah bahkan tanpa berfikir panjang langkahku mengikutinya” rintihan hati Reina begitu dalam. “Ampuni segala dosaku ya Allah..!” kakinya mulai meninggalkan balkon dan mengarah ke kamar mandi. Reina membasuh mukanya dengan kesejukan air wudhu. Tak terasa air matanya meleleh. Mulutnya komat kamit mengucapkan istiqfar tiada henti.”Astaqfirullah hal’adzim… aku takut melupakanMu ya Robb….!”

Ia hampiri sajadah dan mukena di dalam almari, dibentangkannya pelan-pelan hingga sempurna “Ya Allah… Astagfirullah…!” dia terbelalak seraya menutup muka dengan kedua telapak tangan yang telah tersiram dengan air wudhu. Bayangan wajah itu ada di bentangan sajadah. Tersenyum, seakan akan menyapanya pada frekuensi tertentu. Dia menangis bersimpuh dan menutup kedua matanya rapat-rapat. Air matanya menetes kembali. Hati Reina bergetar hebat. “Ya Robb.. jika rasa ini dariMU, jika getaran ini anugerahMU tak akan ada yang mampu menghalangi” dia membenamkan mata, hati dan pikirannya pada lautan kesejukan Illahi yang tiada batas.

8 thoughts on “Tak Asing

  1. …..Ia hampiri sajadah dan mukena di dalam almari, dibentangkannya pelan-pelan hingga sempurna “Ya Allah… Astagfirullah…!” benar sekali mbak, Dia adalah tempat mengadu yang pas jika hati ini gundah gulana.

    btw kalau berkenan boleh tukeran link mbak? punyae mbak dah saya tempel digubugku. syukron jazilan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s