Bahasa dan Mengisi Kemerdekaan

17 Agustus 2009 kemarin kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia tercinta yang ke 64. Indonesia yang beragam, Indonesia yang kaya akan semuanya. Kalo kita melihat peta dunia secara keseluruhan,  betapa cantiknya kepulauan kepulauan Indonesia. Gugusan pulaunya tidak di miliki oleh negara lain.

Tetapi sayang apa yang kita miliki masih kurang disadari oleh bangsa kita sendiri. Salah satu contohnya adalah bahasa daerah. Kalau kita melihat makin redup saja bahasa daerah jaman sekarang. Banyak di antara kita yang merasa sulit jika harus berbahasa daerah, tidak bisa, kurang mengenal atau apalah kata mereka. Mengapa hal itu terjadi? tentunya banyak faktor yang membuat bahasa daerah kurang mengena. Seperti kurangnya pemupukan pendidikan bahasa daerah di tingakat sekolah dasar,  keharusan kita untuk memakai bahasa universal atau bahasa asing lainnya. Bahkan saya sangat miris kalau melihat anak kecil sudah di beri pengertian “gak keren bisa bahasa jawa atau bahasa daerah yang lain, kerenan kalau kita cas cis cus lancar menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing yang lain”. Saya takut kalo lama-kelamaan bahasa daerah kita sendiri akan hilang.  Karena tidak ada yang mewarisi.😦

Ini adalah tantangan tersendiri bagi kita generasi penerus bangsa yang berkewajiban mengisi kemerdekaan yang telah digaungkan 64 tahun yang lalu. Mempelajari bahasa asing untuk menuntut ilmu agar kita lebih maju, mencintai serta bangga terhadap bahasa Indonesia dan juga membawa bahasa daerah itu kemanapun kita pergi agar tidak tergilis oleh jaman. Jangan sampai bahasa kita dimiliki oleh bangsa lain, karena yang diwarisi tidak merasa.  Merdeka…!

24 thoughts on “Bahasa dan Mengisi Kemerdekaan

  1. Sepakat
    emang di SD dah ga ada bahasa daerah ya?
    kalau ga salah dulu di sekolah bekasi wajib belajar bahasa Sunda
    kalau ga ada, pelestarian bahasa daerah cuma lewat orangtua

    kalau awak jadi orang tua, ga yakin oi..hehe

    salam kenal

  2. ikutan lomba ya.. ^_^
    ide artikelnya asik juga, sayangnya, korelasi ke Bahasa Indonesia atau sastranya belum dibahas. padahal bahasa kita sendiri sangat kaya dengan serapan bahasa daerah. mudah2an sukses ya…

    • @cantigi : terimakasih banyak sarannya euyyyyyy…. lain waktu insyaAllah korelasi antara bahasa Indonesia dengan bahasa lain akan di bahas….. makasih sarannya…. ^_^
      @all: makasih dah mampir dan kasih koment, harapan kasih kritik lebih banyak biar blgnya lebih baik

  3. Turut prihatin, dgn semakin langkanya bahasa daerah dari kehidupan kita sehari-hari. Dalam dunia pendidikan sekarang pun, sudah jarang bahkan tak ada lagi pelajaran bahasa daerah. Wah…lama2 bisa bener2 musnah tuh bahasa ibu kita….
    Oh yaa, makasih udah mampir ke tempat saya…
    Salam hangat dan damai selalu…

  4. banyak bahasa besar yang sekarang dituturkan hanya dalam kesempatab khusus, tdk lagi berfungsi sbg alat komunikasi. Contohnya bhs Latin dan bhs Sansekerta. Nampaknya alami, bahasa pun ada daur hidupnya. Bahwa bhs Jawa atau Sunda semakin sedikit penuturnya, tampaknya hal yang alami juga. Tantangannya justru pada bagaimana menyikapi pergesaran budaya. Karena akan sulit sekali menantang arus besar globalisasi yang akan menyebabkan hanya ada satu budaya yg akan bertahan.
    Salam. Ditunggu posting berikutnya🙂

  5. Ini sebuah keberhasilan dari bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa. Dan persilangan kultur melalui perkawinan juga mempengaruhi musnahnya unsur kedaerahan. Pemerintah pun telah memikirkannya dengan mengeluarkan UU otonomi daerah. Dan kini, tergantung Pemda untuk membuat kebijakan tentang unsur kedaerahannya.
    Semua kebutuhan berkembang mengikuti jaman dan menuntut banyak terhadap anak-anak untuk menguasai bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa Asing. Ingat… ! Bahasa pintu gerbang dunia dan bahasa merupakan sebuah kekuatan. (cari di sini.

  6. Saya lahir dan besar di Bandar Lampung. Saya sendiri orang minang. Pengamatan saya, orang Lampung asli malu untuk bicara menggunakan bahasa Lampung di muka umum. Walau pun di sekolah ada pelajaran bahasa Lampung. Itu makanya di kotanya, orang2 berbicara bahasa Indonesia pasaran, hampir sama dengan bicara orang Jakarta.

    Saya sendiri orang minang bangga kalau bicara bahasa minang dengan teman di muka umum.🙂

  7. malam ria……………
    blue lagi senang dengan lagu lagu dari daerah daerah di indonesia…………bukan takut diakui sama negara lain jika akhirnya blue sukai namun emang blue orang daerah baget cih……..jadi mari lestarikan bahasa daearah manapun juga…………..
    salam hangat selalu

  8. haddiirrr….
    malam2 mengunjungi sahabatku sayang… adakah secangkir kopi tuk menghangatkan badan…

    hhmm… betul sekali.. mari kita lestarikan kebudayaan dan bahasa kita sendiri, agar budaya bangsa tidak asing di negeri sendiri…

    cu……..

  9. “Ini adalah tantangan tersendiri bagi kita generasi penerus bangsa yang berkewajiban mengisi kemerdekaan yang telah digaungkan 64 tahun yang lalu. Mempelajari bahasa asing untuk menuntut ilmu agar kita lebih maju, mencintai serta bangga terhadap bahasa Indonesia dan juga membawa bahasa daerah itu kemanapun kita pergi agar tidak tergilis oleh jaman. Jangan sampai bahasa kita dimiliki oleh bangsa lain, karena yang diwarisi tidak merasa. Merdeka…!”

    Membuatku semangatku kembali berkobar…!!!

    Salam

  10. SAHABATKU RAIH FITRAH DIRI menjadi MANUSIA SEUTUHNYA UNTUK MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fulllllllllllllllllllllllll

  11. Kekasih Sejati yang setia selalu.. DIA rela menunggu walau kita selalu menykiti hatiNYA.. dengan salah dan DOSA.. subhanalllllaaaaah.. DIA MENUNGGUMU.. TANGANNYA SELALU TERULUR MENANTIKAN KITA SEMUA.. YANG MAU KEMBALI KEPADANYA
    SALAM SAYANG

  12. salah satu yang bikin kita jadi unik di mata dunia kan salah satunya karena kita punya keberagaman bahasa yang berbeda-beda setiap daerahnya, mulai dari tatanan bahasa sampe logat2nya. jadi kita harus bangga punya bahasa daerah ya, jangan smp hilang!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s