Jahzab Cinta Di Bilik Pesantren

Cinta Manto dan Zahro yang mampu menembus keuletan tembok pondok pesantren yang penuh dengan tatanan begitu megah. Kalo boleh dibilang bahwa cinta Manto dan Zahro adalah cinta pertama yang diuji penuh kesetiaan.

Manto adalah seorang anak gunung, ndeso yang terlahir dari seorang ayah dan ibu dari masyarakat yang sederhana. Sedangkan Zahro adalah putri seorang kiayi pimpinan pondok pesantren Al-Ikhlas Kediri. Mereka bertemu ketika saling menuntut ilmu agama di sebuah Pondok Pesantren di Ponorogo.

Pertemuan antara Manto dan Zahro berawal dari titipan barang yang harus dia sampaikan kepada seorang santriwati yang berasal dari daerah Manto. Ternyata waktu menyampaikan barang itu, neng Zahrolah yang keluar. Manto terpesona dengan gaya bicara Zahro yang lucu dan ceplas ceplos, tidak seperti santriwati biasanya yang enggan memandang atau sedikit bertutur sapa.Dari situlah suka itu dimulai dan akhirnya jatuh cinta…..

Saat selesai menuntut ilmu di pondokpesantren, Manto mengambil keputusan untuk merantau ke negeri jiran Malaysia, mengikuti jejak temen2 dikampungnya yang sudah sukses. Sebuah tujuan hanya untuk masa depan dirinya, keluarganya dan Zahro. Akhirnya berangkatlah dia ke negeri tetangga.

Di lain tempat Zahro harus berhadapan dengan bu Nyai pemilik pondok pesantren atas sebuah keputusan untuk menjodohkan dirinya dengan Gus Im putra satu satunya. Bu Nyai sebenarnya sudah tau gosip dan kebenaran akan hubungan Zahro dan Imron, tetapi adat pondok dalam pernikahan adalah untuk pengapdian dan menyambung silahturahmi yang sudah tercecer serta kehormatan keluarga tentunya. Gadis mana yang tidak mau disunting oleh oleh Gus Im, seorang yang begitu disegani ibaratnya dia adalah golongan priyayi.

Tetapi bagaimana dengan cinta, bagaimana dengan kasih yang dianugerahkan Tuhan untuk Zahro dan Manto. Ah tidak…

Demi harga diri keluarga, pengabdian akhirnya Zahro menerima lamaran ortu Gus Im, disaat manto tidak mengabarinya sama sekali. Bahkan Manto tidak menepati janji nya untuk menemui Zahro pada hari ultah ke-19. Ohh….

Disaat bersamaan Manto sedang dalam keadaan kritis, dia di tangkap oleh polisi malaysia dan di bawa ke kantor imigrasi. Uang yang iya kumpulkan tak ikut terbawa bahkan sial….. dia tak tau harus gimana kalau dipulangkan ke Indonesia.

Gimana kisah Manto dan Zahro selanjutnya?

Jahzab Cinta Di Bilik Pesantren karangan Shacreen M. Daroini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s