Putaran

tak berani berucap
setitik ataupun setetes
diam dengan jutaan penafsiran
diam dengan keyakinan
bahwa suatu saat tersibak
kenapa harus melangkah dengan kaki pincang
bahkan bisa mencapai ribuan kilometer
kenapa meninggalkan gubuk yang telah dibangun
padahal disitu penuh canda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s