Negeri Lima Menara

Alhamdulillah akhirnya bisa menyelesaikan baca trilogi Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna, terima kasih buat mbak Mayang dan mbak Nur yang meminjamkan bukunya ke saya. Hehehe i😉 kalo dipinjemin biasanya terus gak mau beli ni.

Novel Negeri Lima Menara sebenarnya novel yang senada ceritanya dengan Laskar Pelangi, proses penempuhan cita-cita hingga menjadi tujuan yang nyata. Tujuan yang semula di awali oleh mimpi.

Banyak hal yang dapat kita peroleh dari inti sari novel ini. Salah satu diantaranya adalah jangan menyerah dengan proses. Di dalam novel tersebut diceritakan bagaiman usaha Alif untuk masuk di SMA unggulan di Bukittinggi, dia tidak mau ketinggalan dari temennya Randai. Tetapi amak dan bapak Alif punya cita-cita lain untuk dirinya, keduanya pingin Alif menjadi pelita agama yang baik seperti Buya Hamka yang lahirnya tidak jauh dari kampung Alif.

Dari sini proses itu dimulai. Alif semula merasa dilema antara keinginan dirinya sendiri dengan pilihan orang tua, akhirnya dengan datangnya surat paklik dari Kairo yang menceritakan tentang  kemegahan Pondok Pesantren Gontorlah yang memebuat iya mau mengikuti saran kedua orang tuanya. Yaitu menempuh ilmu agama.

Pergilah Alif merantau ke Jawa menempuh pendidikan agama yang disiplin dan super dengan dealine yaitu Gontor di Ponorogo Jawa Timur. Selama disana dilemma tetap dia rasakan , surat dari sahabatnya Randai yang menceritakan bagaimana enaknya sekolah di SMA membuat perasaan dan pikirannya gusar. Untung saja dia menemukan sahabat-sahabat baru yang begitu menguatkan dirinya.

Diselang kegiatan-kegiatan belajarnya, mereka (Alif dan sahabatnya) selalu berkumpul di bawah menara. Lima sahabat itu yang dia sebut Sohibul Menara. Disini mereka mencetak impian-impian yang nantinya terwujud dan diceritakan di novel selanjutnya.

Pelajaran Man Jada Wa Jadda (siapa yang bersungguh-sungguh dia yang berhasil) adalah motivasi ajaib yang dia pegang dalam menghadapi hidup. Tetapi itu saja tidak cukup ada Man Shabara Zhafira (Siapa yang bersabar dia yang beruntung) sebagai pelumas dari setiap proses-proses untuk mencapai tujuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s