Ranah Tiga Warna

“Sepulang menuntut ilmu dari Gontor (Pondok Pesantren Madani Gontor), kelegaan ada di hati Alif. Karena mampu menamatkan studinya disana. Kebanggaan orang tuanya terpancar. Tetapi hati kecil Alif masih gusar saja, apalagi dia tau kalau sahabatnya Randai berhasil masuk ITB selepas SMA. Dia sendiri tidak menerima ijazah apapun setelah sekolah dari Pondok Madani Gontor, karena memang Gontor tidak mengeluarkan ijazah”

Pada novel “Ranah Tiga Warna” menceritakan bagaimana Alif mampu mengejar impiannya untuk sekolah di Bandung hingga terpilih menjadi duta budaya dengan teman-temannya ke Luar Negeri.  Mulai dari mengikuti ujian paket untuk persamaan, pergi ke bandung, ditinggal sang ayah tercinta hingag dia merasa putus asa.

Ketika membaca “Ranah TIga Warna” saya seperti mengenang masa saya sendiri. Dulu saya sempat membandingkan enaknya temen saya itu setiap bulan kiriman lancar sedangkan saya, SPP sekolah aja tersendat-sendat (ibu bapak harus ngurus kakak, dan kedua adikku juga amsih ekcil waktu itu) entah bagaimana kalau saya ini gak punya kakak kelas yang baik hati waktu itu.

Sebuah pesan bacaan yang sangat cocok untuk saya saat ini, atau bahkan mungkin pas pula untuk pembaca yang budiman. “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Jangan lupa menjaga nama baik dan kelakuan. Elok-elok menyeberang. Jangan sampai titian patah. Elok-elok di negeri orang. Jangan sampai berbuat salah.

Ada juga konten bacaan yang perlu kita garis bawahi, hidup di dunia itu terkadang ada sedih dan ada senangnya. Saat kita berada pada kapasitas bawah aktif bersabarlah. Sabar yang aktif adalah aktif mencari solusi, aktif bertahan dalam sabar, aktif menahan cobaan. Mungkin inilah definisi sabar yang tepat untuk saya saat ini. Jika pembaca sekalian mendapatkan definisi yang lain, silahkan di share di comment!😉

Man Jadda Wajada (siapa yang bersungguh sungguh pasti berhasil) dan Man Shabara Zhafira (siapa yang ebrsabar akan beruntung) sudah dijelaskan di novel sebelumnya. Ada satu lagi mantra yang belum terucap yaitu “Man Sara Ala Darmi Wasala” siapa yang ebrjalan dijalannya akan sampai tujuan.  Laa haulaa wala kuata illa billah… (tiada daya dan upaya kec. Allah semata).

Novel karangan Achmad Fuadi bisa menjadi referensi bacaan bagi semuanya. Novelnya penuh semangat dan motivasi. Selamat membaca!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s