Mesra Samarinda

Meluncur ke Samarinda dengan double siti (baca Honda siti dan Mbak siti :P) hanya gelap yang menyelimuti pagi itu. Gelap, dingin..!

Sesekali saya terbatuk batuk. Berasa mengeluarkan dahak tetapi sulit. Sesak…!!! Teman-teman yang belum kenal aku pasti mengira kenapa sakit batuk lama sekali. dari mulai hari Senin sampai keberangkatan ke Samarinda. Saya lemah di bagian saluran pernafasan yang satu ini.

“Uhuk-uhuk….” sambil menutup dengan tisu.
“Masih belum sembuh dek….” tanyanya… kepala masih goyang mendengarkan musik jazzi yang cihuiiii. “Belumm mbak, suaranya malah ngerokk……” jawabku sambil menahan batuk. mobil meluncur halus melalui perbukitan-perbukitan. Hiks, gara-gara ngerok hobi nyanyi terpendam dalam hati…. hihihihih…..

Dua jam kemudian kulihat matahari semburat, banyak orang lalu lalang, jalanan mulai datar dan akhirnya masuk kota Samarinda.

“Kita beli lidah sapi ya dek…, “suara mbak Siti parau.
“iya apem kalimantan tuh….” ada yang menimpali.
“Endak yooo… apem pakai pengembang, itu tidak i…” seperti biasa dengan agak membela gitu kata-katanya. Aku asik ngikik dibelakang.

——————————————————————————————————–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s