WANITA

Wanita jika dalam bahasa jawa berarti wani ing tata.
Wani diartikan berani, kuat, teguh, tegas
Ing diartikan dalam hal didalam, tentang, mencakup
Tata diartikan kerapian, kecakapan, ketrampilan

Ada sebuah filosofi jawa yang sering saya dengar “dadi wong wadon kunu iso masak macak lan manak”
Secara bahasa mungkin yang dimaksud dengan memasak adalah membuatkan makanan untuk suami dan anak-anaknya untuk memenuhi kebutuhan gizi. Tetapi secara filosofis masak ini tidak hanya kegiatan mengolah makanan. Seorang istri harus bisa masak artinya istri yang baik itu harus bisa mengolah dan mengelola sesuatu menjadi  lebih matang (baca : baik). Sebagai contoh ketika diberi uang belanja oleh suami, maka seorang istri yang baik akan bisa mengolah uang tersebut dengan baik sehingga penggunaannya optimal (dengan biaya kecil dapat menghasilkan sesuatu yang besar). Atau masak ini bisa juga diartikan tidak menerima segala sesuatu dengan mentah-mentah tetapi dimasak (baca : dicari tahu kebenarannya) dulu. Disini ada kategori ketrampilan

Macak secara filosofis istri yang bisa dan pandai macak adalah istri yang pandai menjaga nama baik keluarganya di mata orang lain. Istri yang baik selalu berusaha menjaga nama baik keluarga terutama suaminya. Jadi walaupun sudah berdandan bahenol a la penyanyi dangdut koplo tetapi sukanya menggunjing sana-sini, membicarakan kejelekan suami, celamitan sama lelaki bahkan suami orang, apalagi sering menerima tamu lelaki asing yang bukan muhrimnya ketika suaminya pergi, ya tetap saja itu namanya istri yang tidak bisa macak. Ada muatan nilai kerapian.

Manak bisa dirtikan beranak pinak, menghasilkan keturunan, melahirkan anak. Memang itu sudah kodratnya perempuan dan pasti setiap orang di dunia ini menginginkan anak ketika memutuskan untuk menikah. Akan tetapi apakah tugas istri cuma sampai melahirkan saja? Tentu tidak. Istri yang pandai manak bukanlah istri yang tiap tahun melahirkan anak, tetapi istri yang bisa menjadikan anak-anaknya sebagai anak yang baik dari segi manapun (fisik,psikis,rohani,materi,dll). Jadi kalau cuma pandai pandai hamil dan membronjolkan tanpa bisa mendidik anak ya sama saja bohong. Selain itu manak secara filosofis bisa diartikan menghasilkan. Seorang istri yang baik hendaknya jangan cuma menerima jatah dari suami tapi bisa menjadi istri yang kreatif, menghasilkan sesuatu yang baik dan berguna paling tidak untuk keluarganya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s