Kursi Panas

Sudah tau semua jika kursi pimpinan sb.dokumentasi merupakan kursi panas, setiap kali pelantikan setiap kali pula pemimpinnya berubah. Saya sebagai staf seperti murid yang gonta-ganti guru, yang pada akhirnya mau tidak mau menyesuaikan dengan karakter pimpinan yang ada. Ada yang sifatnya keras tapi beliau melindungi sama anak buah, ibaratnya mengcover…, ada yang tipikalnya detail dalam pekerjaan tetapi tak segan-segan dengan kesejahteraan anak buahnya. 

Di kantor saya, sb Dokumentasi saya sebut kursi panas. Karena tidak ada yang mampu duduk bertahan di sini. TIdak bertahannya juga dengan berbagai alasannya. (haduh ada bu e… kepotong nie). Lanjut pemirsah…. Rata-rata dokumentasi adalah kursi persinggahan tetapi beliau beliau yang duduk di sini akhirnya mendapatkan posisi yang penting pada pemerintahan.

GOnta-gantinya pemimpin membuat saya banyak belajar tentang kepemimpinan, karakter2 seperti apa yang disuakai bawahan, bagaimana harusnya pemimpin memperlakukan bawahan atau  sebaliknya, bagaimana pula pemimpin yang adil itu. Sebagai bawahan, tak luput saya sering kecewa dengan kebijakan, cara memerintah atasan, tetapi sekiranya itu menjadi pelajaran yang berharga…”oooo… ternyata saya sebagai anak buah, jika di beri arahan dengan cara seperti ini saya tidak suka”. Suatu saat mungkin jika dalam posisi yang sama saya tidak akan melakukan hal itu.

Efek kursi panas ini akirnya berakibat pada setiap kegiatan mengawali nol. Sebenarnya sudah ada rencana kerja, tetapi greget yang dimiliki masing-masing pemimpin itu berbeda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s