Masbuloh

Di suatu sore, dengan kendaraan roda enam yang biasa menghampiri kita, segerumpulan pekerja yang tugasnya mengabdi untuk organisasi yang besar. Seperti biasa aku duduk deket jendela. Kesukaanku waktu pulang adalah memandangi tumbuhan yang menghijau dan kontras dengan birunya langit. Subhanallah Allah Maha Besar lagi Maha Kaya. Dzikir yang sering aku kibarkan dalam hati.

Disampingku duduk seorang yang tak asing, dan di ruang kerja sering melontarkan guyon dan obrolan lelucon. ..

“Mah.. salmah…..!” seperti biasa dia menyapa.
“Yup” aku menyaut sekenaku sambil tersenyum tipis.
“Capek ya mah…”
“ndak juga”
“Jangan capek capek mah, biar cepet isi”
“Aminnn…” aku merunduk. Menghirupkan nafas dalam dan menghembuskannya pelan. Mencoba mencari pojok ketenangan atas segala kegelisahan hati. Dia mulai mencoba mencari jalan keluar kegelisahan yang aku rasakan. Menanyakan berbagai macam lilin mungil yang aku simpan..

“Kamu ketemu dimana sih dulu….?”
“Sama-sama daftar jadi pekerja… kenapa mang….?” aku jawab santai dan landai
“Bisanya kamu mah… dia itu lo kalo dilihatin mau disapa kayak gitu”
“Laaaa… kamu belum kenal dia…, dia baik lohhh!”
“heh hehehehe….” dia ketawa nyengir. Aku mulai mengerti apa yang dimaksudnya…  Apa korelasinya dengan pertanyaan sebelumnya.  Hah…..

Kendaraan tetap melaju dengan tenang, perjalanan lancar tanpa kendala, yang disamping sibuk dengan mendengerkan earphonenya. Pandanganku menerawang hatiku berkecamuk bertengkar antara yang baik dan yang buruk. Hatiku menyepakati “MASBULOH” masalah buawat loh… buat aku aja ndak

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s