BLOG Vs VLOG

mau ngerumpiin tentang blog lawan vlog?

seiring dengan perkembangan teknologi, lancar akses inet, beli paket data makin murah dan teknologi internet di Indonesia juga makin maju. Apakah blog akan tergeser dengan vlog. Blog dan vlog sebenrnya sama sama menceritakan tentang suatu tema tenterntu

hanya sajaaaaaaaaaaaaaa…

vlog ini pake video, merekam cerita atau omongan sendiri lalu di upload di youtube. Sudah gt ajah. Jaman sekarang enak mana sie membaca apa nonton video.

okelah kalo dulu membaca enak karena salah satu faktornya inet lemot, tetapi sekarang inet itu udah lari maraton pemirsah…. klak klik klak klik wus….

agak gmn gt… takutnya blog akan bernasib sama seperti friendster atau multiply

Pelantikan

Selamat….

Seperti biasa pelantikan pejabat tinggi selalu memberi efek debar debar mempesona dikalangan Aparatur Sipil Negara. Dimana ya nanti aku di tempatkan, seperti apa bagaimana?

dikalangan staf rendahan seperti eike, tak luput dengan rasa berdebar2, Bosku yang baik ganti ndak ya…? atau penggantinya siapa ya?.. nanti bagaiaman keadaan organisasi setelah ditinggal ?? dan pemikiran pemikiran yang lain.

kalo dipikir mengapa harus seperti itu, padahal simplenya kita bekerja sesuai dengan tupoksi dan digaji sudah cukup. Ternyata tidak pembaca, seorang yang bekerja butuh :

  1. kebutuhan primer (gaji) hal yang dapat menjamin kelangsungan hidupnya ketika dia menjaminkan skil, tenaga dan ilmu penegetahuannya kepada tempat dia bekerja
  2. pengakuan, seorang yang bekerja butuh pengakuan. ” Aku itu lo bekerja, keahlianku ini.. ijazahku S2 atau S3.
  3. penghargaan, banyak di atara temen-temen atau pembaca yang budiman mungkin, sudh bekerja di perush. bonafit dengan gaji gede tetapi resign, tidak lain karena kurangnya satu hal ini.
  4. aktualisasi diri, ini adalah puncak tertinggi ketika seorang bekerja. Dia tidak memikirkan gaji, pengakuan, atu penghargaan. Karena memang yang brsangkutan sudah merasa cukup dengan apa yang di dapat, atau dalam posisi aman secara financial, material dan jabatan. Dia bekerja karena ingin menularkan atau membagi pengalamannya kepada orang lain saja. Tidak lebih dari itu.

Poing Poing

Poin menjadi tranding topik beberapa hari ini. Pemerintah terus saja melakukan perbaikan perbaikan terhadap konsep kinerja. Ndak gampang memang. Sesuatu yang baru di mulai itu memang susah, seperti kita belajar sepeda sebelum lancar ngebut was wus.. proses belajarnya pasti pernah terjatuh. Tapi ketika terjatuh kemudian berhenti kira-kira berhasil naik sepeda waswus ndak???? JAMIN ndak bakal deh… tetapi ketika mengalami terjatuh bangun lagi… jatuh bangun jatuh bangun (kayak lagunya siapa itu… :)) 😛

E-Performance semoga menjadi sistem yang bagus dimasa mendatangnya… perbaruan demi perbaruan… revisi revisi kritikan kritikan semoga menjadikan aplikasinya semakin matang dan bijaksana.. 3 bulan ajah menikmati e-Performance nie… selebihnya bye bye bombai…. :D….

Orang orang yang pernah bekerja di industri sebelumnya,pasti sudah familiar dengan sistem point seperti ini.
cek email berapa point
terima keluhan pelanggan
resolve keluhan pelanggan
desain website berapa point

Mungkin ada yang bilang tetapi itu kan industri.. yang outputnya berupa provit. Kalau pemerintahan masak ya provit kan pelayanan. Ndak ada output berupa provit. Menurutku kalau pemerintahan tidak menerapkan hal seperti itu ya hasilnya devisit terus.  😛

Di subbid kecil secuil ini, dengan adanya E-Performance itu termasuk beruntung. meskipun pemeliharaan kertas2 sepertiini nilainya kecil. Karena biasanya kalo pimpinan tidak memberikan efek kreatif tidak ada kegiatannya yang bisa dimasukkan DPA. 4 tahun yang lalu saya terima honor kegiatan di sini itu 300.000 an kalo ndak salah… Sementara bidang lain jut jut. Setelah itu, dihapus. Ngenes ndak…. yang ikut kegiatan di bidang lain biasanya yang sering dipake itu photografer ajah…. jadi kalo akir taun temennya terima juta juta… sini 300000rb kali 3 kegiatan… Dinas? ndak ada alasan untuk apa disini dinas..Menyedihkan kan? kecuali diklat.

Identik

Mbak ria………………..
Kenapa kamu selalu mengambil keputusan gila.. Iya keputusan saya gila. Mungkin seperti itu komentar temen saya yang di bis tadi. Empat tahun bo….

Saya  : Aku udah S1 ce….sebenarnya gak mau dan berat… kalo aku senyum itupun hanya sebuah bungkus.. jangan sampai seorang yang
              berhadapan denganku melihat aku cemberut… kan kayak gmn gitu. Apa sih yang bisa menghias wajahku nie selain senyum.. 😛
Gache : hemmmm “cemberut….. Iya kalo ditempat lain bisa.
Saya   : Hemm… disini hegemoninya…. kalo golongannya tinggi menduduki jabatan. Masak standart Indonesia spesial Bontang masih
tetap
 SMK/SMA/SD/SMP mau jadi apa kota ini.

 

Tugas Belajar #3

Ibu bapak ndak mbolehin aku kuliah karena taulah bagaimana prosesnya aku kuliah.

Setelah SMK kuputuskan buat bekerja. Bapak sudah merayu saya untuk kuliah ndak tak gubris. Aku ndak tega sama bapak ibu ajah, kalo beliau harus banting tulang terus aku ongkang-ongkang kuliah saja ndak bantuin. Waktu itu kakak juga masuk AKPER, yang biaya kuliahnya juga luar biasa. Biaya sekolahku di SMK Telkom waktu itu yaaa lumayann sudah, SPPnya kayak anak kuliahan. Kalo SMA Negeri SPP 50rb, di telkom 4-5 kali lipat dan kenaikannya 10% pertahun. Sekolah favorit biayanya juga favorit. Bapak ibuku guru… gajinya pure gaji PNS, kalo di Tulungagung gak ada tunjangan dll lohh ya, belum ada remun waktu itu…. Karena itu waktu saya SD SMP, udah punya cita2 bakal sekolah di SMA Taruna Nusantara atau SMK Telkom. Ibu sudah memulai usaha sampingan, jual es lilin, jual nasi pecel di Pondok Pesantren Jawa Hirul Hikmah. Pada Akhirnya my mom say ” aku seneng anak-anakku sekolah di telkom, anak-anak telkom ini ramah hormat sama orang tua.” Dan pejuang hebat tentunya. Telkom seperti “Kawah candra dimuka…” Gimana ndak Kawah

Jam  5.30 tet upacara pagi hari senin… pulang jam 2 -3 lanjut eskul sampai jam 4-5 . Telat silahkan upacara sendiri sampai jam 8.
Wajib english day (jadi jangan heran kalo aku agak kem-Inggris) di hari2 tertentu.
Ndak ikut sholat jumat, resum al-baqarah (sumpah ini bikin tanganku pegel) bayangin bisa sampai berlembar2.
Kalo buat rangkaian elektronik, terbakar. Nilai ikut terbakar. 
GT buatnya semalaman cuma dapat silang
Digital udah itungnya pake A3, ujian dapat 2, dua rek du arekkkT_T
Tugas segambreng ndak tau mana yang dikerjakan dulu…