Gurindam

Gurindam adalah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari dua baris kalimat dengan irama akhir yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian dan baris kedua berisikan jawaban nya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi. Salah satu contoh gurindam adalah


Sajak Dinamaku

Namaku adalah pilu
Katanya sejajar daun benalu

Sedang mereka sebagai mawarnya
Padahal kamilah yang mewangikannya

Diri mereka nobatkan sebagai puncak langit
Terkekeh memanggil hujan bebatu

Pada masa lalu engakaulah melati
Yang membelai kami saat bermimpi

Dan masa lalu wangi mahkotamu memaku
Kini tinggal dinding-dinding batu memisahkanku

Dan masa lalu wangi mahkotamu memaku
Kini tinggal dinding-dinding batu memisahkan

Datang kumbang dari jauh merayu
Jarimu adalah jariku karena kau jatuh cinta

Tatapmu kini kaku dan beku
Laut  yang dahulu tidak setetespun memercikku

Di kepalaku seharusnya kau bicara dengan istimewa
Lihatlah kami meranggas di musim semi

Kepada tanah hendam tulang demi tulang
dan engkau pandai menunggu tulang menjadi zandi

Namaku adalah sejuta
Luka-luka jiwa yang kadaluarsa

Gurindam ini di tulis oleh Sarwani
[SMKN 03 Boy, LTM1 Juli 2003]

23 thoughts on “Gurindam

  1. Pingback: 2010 in Review « Bahasa adalah Budaya Bangsa

  2. tHaNk’ pLeNd..dH bNtU Q.

    pLinG tDa sKrNg Q dH nGgK aD bBaN.bEcAuSe tGaS’Q dH cLeaR

    tHaNks gOd fOr tHaT,,,!?

    sLm kEnaL pLeNd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s