08-10-2009
Kata serapan antar bahasa adalah hal yang lumrah. jika terjadi kontak bahasa lewat pemakai pasti akan terjadi serap menyerap kata. Dengan adanya proses penyerapan akan menimbulkan saling meminjam dan saling pengaruh unsur asing. Peminjaman ataupun penyerapan dari suatu bahasa itu sendiri pasti di latar belakangi oleh berbagai macam faktor. Yang biasanya mengalami perubahan atas proses penyerapan adalah bunyi bahasa dan kosa kata.
Bahasa Indonesia sendiri selama pertumbuhannya banyak mengalami serapan dari bahasa-bahasa asing seperti bahasa Sansekerta, bahasa Arab, bahasa Inggris dan bahasa Belanda. Masukkan unsur bahasa asing tersebut sejalan dengan histori bangsa Indonesia tentunya.
Berawal dari bahasa sansekerta yang datang bersamaan dengan ajaran hindu budha di Indonesia, kemudian bahasa Belanda yang sejalan dengan proses penjajahan bangsa Belanda. Setelah penjajahan bangsa Belanda usai adalah masa perdagangan antara bangsa timur tingah dengan bangsa Indonesia dan proses keagamaan yang menyebabakan terajdinya penyerapan bahasa Arab.Yang terakhir adalah bahasa Inggris dan itu terjadi hingga sekarang, faktor yang begitu dominan tentunya karena pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi antara bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa pengguna bahasa Inggris. Selain bahasa-bahasa tersebut menurut wikipedia.com ada beberapa bahasa seperti cina, portugis, tamil, parsi, hindi yang ikut terserap oleh bahasa Indonesia namun memiliki persentasi yang tidak sebesar empat bahasa yang saya jelaskan sebelumnya diatas.
Contoh kata serapan antara lain:
edukasi berasal dari education (Inggris)
hikmah berasala dari kata hikmat (Arab)
besuk berasal dari kata bezoek (Belanda)
aniaya berasal dari kata anyaya (Sansekerta)
05-10-2009
Sedikit kita berkilas balik dengan majas yang sering kita terima saat pelajaran bahasa Indonesia di kelas waktu masih duduk di sekolah dasar. Majas Ironi merupaka salah satu majas sindiran. Sedangkan makna dari majas ironi itu sendiri adalah gaya bahasa sindiran yang menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut (saya ambil dari wikipedia).
Kata Ironi sendiri bermakna kejadian atau siatuasi yang bertentangan dengan yang diharapkan atau yang seharusnya terjadi. Tetapi sudah menjadi suratan takdir. Contoh: pembunuhan Mahadmagandi merupakan suatu Ironi karena beliau adalah pejuang yang gigih.(http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi).
Beberapa contoh majas ironi adalah:
1. Bagus sekali tulisanmu sampai-sampi tidak bisa dibaca dengan jelas.
2. Kota Batu sangatlah indah dengan sampah-sampahnya.
3. Teladan sekali kau, baru datang ketika rapat sudah selesai.
4. Ramah sekali pelayanmu, sampai semua pembeli tidak datang ke tokomu lagi.
30-09-2009
Ketika pembangunan ini berhenti
Bata air mata
Semen doa
Pasir kesetiaan
Tercecer…..
Aku termenung di sudut ruang
Ya Allah akankah ini terhenti
26-08-2009
17 Agustus 2009 kemarin kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia tercinta yang ke 64. Indonesia yang beragam, Indonesia yang kaya akan semuanya. Kalo kita melihat peta dunia secara keseluruhan, betapa cantiknya kepulauan kepulauan Indonesia. Gugusan pulaunya tidak di miliki oleh negara lain.
Tetapi sayang apa yang kita miliki masih kurang disadari oleh bangsa kita sendiri. Salah satu contohnya adalah bahasa daerah. Kalau kita melihat makin redup saja bahasa daerah jaman sekarang. Banyak di antara kita yang merasa sulit jika harus berbahasa daerah, tidak bisa, kurang mengenal atau apalah kata mereka. Mengapa hal itu terjadi? tentunya banyak faktor yang membuat bahasa daerah kurang mengena. Seperti kurangnya pemupukan pendidikan bahasa daerah di tingakat sekolah dasar, keharusan kita untuk memakai bahasa universal atau bahasa asing lainnya. Bahkan saya sangat miris kalau melihat anak kecil sudah di beri pengertian “gak keren bisa bahasa jawa atau bahasa daerah yang lain, kerenan kalau kita cas cis cus lancar menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing yang lain”. Saya takut kalo lama-kelamaan bahasa daerah kita sendiri akan hilang. Karena tidak ada yang mewarisi.
Ini adalah tantangan tersendiri bagi kita generasi penerus bangsa yang berkewajiban mengisi kemerdekaan yang telah digaungkan 64 tahun yang lalu. Mempelajari bahasa asing untuk menuntut ilmu agar kita lebih maju, mencintai serta bangga terhadap bahasa Indonesia dan juga membawa bahasa daerah itu kemanapun kita pergi agar tidak tergilis oleh jaman. Jangan sampai bahasa kita dimiliki oleh bangsa lain, karena yang diwarisi tidak merasa. Merdeka…!
26-08-2009
Ketika berada di jalan danau
Aku melihat apa mengigau
Backpack melintas dengan pemilik
Begitu pantas ketika ku lirik
Tampan rupa seperti angan
Tetapi siapa itu gerangan
Seperti hantu sedang lari
Lintas waktu aku mencari
26-08-2009
kemarin aku ke lapang
membawakan secangkir teh untukmu
pelepas dahaga
periang suasana
ribuan kali ku pangkil engkau
penggembala…..
penggembala…..
kau tetap asik bermain dengan dombamu
ku tunggu kau di bawah pohon rindang
siapa tau kau akan datang
tetapi kau tetap saja diam
tak beranjak
tak pula balik pandang
hingga sebuah kereta kuda datang
menjemputku untuk kembali pulang
seutas tali kutinggalkan untukmu
di bawah pohon mungkin kau tau
sebagai tanda aku pernah disitu
17-08-2009

Tarik Menarik
Tarik kanan
Tarik kiri
Seperti tarik tambang
Dan lama-lama yang ditarik lelah
Tarik kanan ingin ku ikuti tetapi belum mampu
Tarik kiri ku rasakan tetapi tak bergetar
Seperti berputar pada nampan
Dan lama-lama yang ditarik pusing
Tarik kanan ada dilema
Tarik kiri ada sanding
Yang memiliki dilema belum bisa sanding
Yang ingin bersanding mempunyai dilema
Tarik kanan tarik kiri
Kuikuti teriak hati
Beradu sampai akhir nanti
Petunjuk jalan illahi