04-07-2009

Kelembutan Kawabata Yasunari

Yasunari_KawabataSosok Kawabata Yasunari adalah nafas baru bagi dunia sastra Jepang. Dia membawa rasa yang berbeda dari karya-karya sastra yang sudah ada. Kemampuannya dalam menuangkan kata mempunyai kadar sensibilitas estetik yang begitu lembut. Hingga banyak sekali sastrawan dunia selanjutnya yang bercermin padanya seperti Gabriel Garcia Marquez.

Melalui tulisannya, dunia mengenal tokoh Matshuo Basho. Berbagai macam nobel sastra berhasil dia dapatkan dari hasil tulisannya. Karya sastranya antara lain: Gadis Penari dari Izu (Izu no Odoriko 1926), Negeri Salju (Yukiguni 1935-1937, 1947), Empo Go (Meijin 1951), Seribu Burung Bangau (Senbazuru 1949-1952), Suara Gunung (Yama no Oto 1949-1954), Danau (Mizuumi, 1954) dan lain lain. Selain menulis dia juga bekerja sebagai wartawan salah satunya di Mainichi Shimbun di Osaka.

Kawabata Yasunari lahir pada tanggal 14 Juni 1899 di Osaka Jepang. Jika melirik tanggal lahirnya pastilah dia telah melewati masa-masa perang dunia satu dan perang dunia dua dimana negara Jepang juga turut andil dalam kemelut dunia tersebut. Bahkan bisa dibilang seluruh tulisannya adalah pengaruh dari Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2, karena kejadian tersebut membuat sebagian besar keluarganya meninggal dunia.

Pada usia ke 72 tahun tepatnya pada tanggal 16 April 1972 Kawabata Yasunari meninggal di karenakan bunuh diri. Tidak ada hal-hal yang ditinggal yang bisa menjadi petunjuk atas kematiannya. Praduga yang dikemukakan tentang penyebab kematian penulis terkemuka ini masih menjadi tanda tanya yang besar.  Kemungkinan Kawabata meninggal seperti kesehatan buruk, putus cinta bahkan ada yang mengemukakan Kawabata mati karena keadaan spikologinya shock atas kematian sahabatnya Yukio Mishima yang disebabkan bunuh diri.

gambar dari : http://www.asiaobserver.com

02-07-2009

Terima kasih

kindlyblogger2009

ucapan terimakasih terucap
pada cenya blogger mantab

atas award yang diberikan
akan selalu jadi kenangan

harum blogger makin ramah
tak luput mata yang menjamah

ribuan kasih ucapan hati
award ini juga untukmu blogger sejati

Terimakasih buat cenya atas Kindly Blogger 2009 Awardnya, semoga bisa memberikan rasa keakraban antar blogger. Blogger cenya memang patut di acungi jempol dengan kualitas postingannya dan ke-istiqomahan dalam menulis. Award ini juga saya persembahkan untuk temen-temen yang baru saja berkunjung di tulisanria. Semoga bisa menambah rasa silahturahmi. Amin…..
1. javanese 02-07-2009 at 11:09 am
2. newbiedika 02-07-2009 at 8:07 am
3. D3pd 01-07-2009 at 8:15 pm
4. Saka 01-07-2009 at 6:12 pm
5. blogger senayan 01-07-2009 at 8:11 am
6. agungfirmansyah 22-06-2009 at 7:45 pm
7. dariman 27-06-2009 at 9:45 pm
8. irawan 25-06-2009 at 6:25 pm
9. jidat 24-06-2009 at 1:40 pm
10. Acha 23-06-2009 at 2:31 pm

27-06-2009

Ramadhan Datang

ramadhan

Elok emas tiada berkarat
Karat murni dua puluh empat
Sirine ramadhan mulai mendekat
Rekatkan barisan rapat-rapat

Bentang sajadah tiada terhenti
Bisikkan dzikir berkali-kali
Bersihkan raga jiwa ini
Suci bersih tiada terperi

Hati berpeluh tiada sembuh
Karena iman enggan tumbuh
Ramadhan datang membawa teduh
Obati hati yang tiada tersentuh

Gambar dari : http://natumarta.wordpress.com

22-06-2009

Kresek

Aku tau…,

Batu kecil yang pernah menjeratku

Tertawa terbahak-bahak

Apalagi melihat kresek itu kau jatuhkan bi…

Kresek dan isinya yang seharusnya kau simpan

Telah kau jatuhkan…

Hancur mumur tak berbentuk

Aku tak sanggup mendengar celoteh mereka

“Kamu sudah tidak membawa kresek itu lagi ya, oh sayang”

Bi…., di dalam kresek itu ada kesederhanaan yang tidak pernah kau mengerti

Yang suatu saat nanti pasti kau cari

Bi…., di dalam kresek itu ada kekuatan

Kekuatan jiwamu juga

20-06-2009

Asal Usul

Saya tergelitik untuk mencari tau tentang asal-usul bahasa Indonesia. Ternyata bahasa kita merupakan rumpun dari bahasa Austronesia, yang merupakan salah satu rumpun bahasa yang persebarannya paling luas di dunia.

Dalam wapedia, istilah Austronesia merajuk pada wilayah yang mencakup pulau Taiwan, kepulauan Nusantara (termasuk Filipina), Mikronesia, Melanesia, Polinesia dan pulau Madagaskar. Kata Austronesia sendiri secara harfiah berarti “Kepulauan Selatan” karena jika dilihat secara geografis berada di belahan bumi selatan.

Siapa yang mendiami Austronesia? Ya.. tentunya bangsa Austronesia itu sendiri, dimana titik asalnya adalah Taiwan. Para ilmuwan menempatakan Taiwan sebagai titik awal asal bangsa Austronesia karena di pulau ini dapat ditemukan pembagian terdalam bahasa-bahasa Austronesia dari rumpun bahasa Formosa asli. Sembilan cabang utama dari bahasa Austronesia kesemuanya adalah bahasa-bahasa Formosa. Berikut penggolongan bahasa-bahasa formosa

  • Atayalik (Atayal, Seedik) [nama lain untuk Seediq:Truku, Taroko, Sediq]
  • Formosa Timur
    • Utara (Basai-Trobiawan, Kavalan)
    • Tengah (Amis, Nataoran, Sakizaya)
    • Barat Daya (Siraya)
    • Paiwan
    • Puyuma
    • Rukai
    • Tsouik (Tsou, Saaroa, Kanakanabu)
    • Bunun
    • Formosa Barat Laut (Saisiyat, Kulon-Pazeh)
    • Malayo-Polinesia (Lihat di bawah)
    • Dataran Rendah Barat
      • Dataran Tengah-Barat (Taokas-Babuza, Papora-Hoanya)
      • Thao

Lalu bahasa kita termasuk yang mana? Bahasa kita berada pada cabang Bahasa Malayo Polinesia. Dimana klasifikasi dari bahasa malayu Polinesia adalah sebagai berikut:

  • Bahasa Kalimantan-Filipina atau bahasa Malayo-Polinesia Barat Luar (Hesperonia Luar): terdiri dari banyak bahasa seperti Dayak Ngaju, Gorontalo, bahasa Bajau, bahasa-bahasa Minahasa, Tagalog, Cebuano, Hiligaynon, Ilokano, Kapampangan, Malagasi, dan Tausug
  • Bahasa Malayo-Polinesia Inti (Kemungkinan menyebar dari Pulau Sulawesi)
    • Bahasa Sunda-Sulawesi atau bahasa Malayo-Polinesia Barat Dalam (Hesperonia Dalam), contoh: Indonesia Barat, Bugis, Aceh, Cham (di Vietnam dan Kamboja), Melayu, Indonesia, Iban, Sunda, Jawa, Bali, Chamoru, dan Palau
    • Bahasa Malayo-Polinesia Tengah-Timur
      • Bahasa Malayo-Polinesia Tengah atau bahasa Bandanesia: sekitar Laut Banda yaitu bahasa-bahasa di Pulau Timor, Sumba, Flores, dan juga di Maluku
      • Bahasa Malayo-Polinesia Timur atau disebut juga bahasa Melanesia
        • Halmahera Selatan-Papua Barat-Laut: beberapa bahasa di pulau Halmahera dan sebelah barat pulau Irian, contohnya bahasa Taba dan bahasa Biak
        • Bahasa Oseanik: Termasuk semua bahasa-bahasa Austronesia di Melanesia dari Jayapura ke timur, Polinesia dan sebagian besar Mikronesia

17-06-2009

Cahayamu

light_drops5Hatiku terpesona oleh cahaya rasa
Rasa menggurat hati
Rasa menyayat jiwa
Cahaya cinta darimu kekasih
Cahaya ini akan tetap ada
Walau jiwaku sudah hilang
Ntah punya siapa
Menetes berpuluh eluh untuk kesejukan hatimu
Aku tak akan pernah bosan

by 08787074…..

15-06-2009

Sebuah Senyuman di Nurul Aby

SL372814editedMinggu pagi yang cerah, matahari hangat sekali, tidak begitu sakit di kulit. Tak terbayangkan jika akhirnya akan menemukan rasa bahagia yang maha dahsyat. Subhanallah….., diantara deru laju masyarakat yang bimbang memikirkan perut, menimbang waktu dengan harga mahal, menghabiskan detik-detik terakhir dengan ribuan kesenangan karena terkuras oleh deadline yang tak pernah habis, saya sempatkan untuk berkunjung di sebuah panti asuhan  kecil di tengah kota Malang. Panti asuhan Nurul-Abyadh.

Di panti asuhan itu saya merasakan getaran kasih yang luar biasa. Senyum anak-anak  yang mengembang membius saya pada nuansa tertentu. Candanya membungkam sebagian waktu, melewati lorong masa lalu, mengenangkan saya pada sesuatu yang telah saya simpan pada peti emas.

Allah sudah memberikan sesuatu yang lebih pada diri saya, orang tua yang lengkap, kasih sayang yang melimpah dari ibu bapak, bermanja-manjaan di pangkuan kakek nenek. Tak pernah ada ganti hitungan rupaih untuk anugerah tersebut.

Bagaimana jika saya jadi mereka? Menanti detik detik jarum berlaju tanpa hangatnya tangan orang tua. Sempat hati saya tergelitik, mendengar penjelasan pak Imam tentang keadaan panti asuhan ini. “Bapak…., saat ini saya hanya bisa menyumbang dengan tenaga dan sedikit pikiran. Doakan suatu saat nanti saya mampu memberikan hal yang lebih kepada mereka” begitulah hati saya berteriak-teriak, menggaung-gaung, menggema memenuhi seluruh relung hati saya.

“Sebagian harta kita adalah hak mereka” ini adalah hadist yang sempat Pak Imam sampaikan. Saya termenung sebentar meresapi kalimat tersebut. Terpintas dengan nasehat seorang pemimpin di tempat bekerja saya dulu, bahwa “semua yang kita miliki hakikatnya adalah titipan, pinjaman saja, kita tidak memilki apa-apa”.

Saya sedikit terperanjat ketika seorang ibu yang duduk di samping saya men”njawil” bahu saya. “Jeng… tolong microphonenya” sapanya pelan. “Oh… injih bu” sahut saya seraya memberikan microphone. Beliau adalah seorang pengajar di sekolah farmasi di kota ini, dia juga pengisi acara jendela hati di RRI kota Malang. Dari gaya bicaranya “hemm” mengimpan semangat yang luar biasa. Menyoroti setiap tingkah polah panti asuhan ini, memberikan dorongan kepada para uztadah agar lebih ngajeni lan ngopeni terhadap apa-apa yang ada di sini.

12-06-2009

Akhir Pencarian Semut

Sepasang bangku klasik terbuat dari kayu terukir seperti jaman dahulu. Di bagian pojok dekat tempat pembakaran semut kami menikmati suasana sore. Dari meja itu aku bisa mencuri pandang bagaimana semut dibuat. “Hemm aromanya”, cacing perutku teriak-teriak , tidak sabar memangsa semut yang lezat.

Kak Dian membaca daftar menu yang ada. “Dek kamu pesan apa??” sambil menyodorkan daftar menu yang lengkap dengan harganya. “Hihihi, yang coklat ja dech kak..!” sahutku sambil mencentang 1 porsi serabi imut tuping coklat beserta pisang bakar coklat dan segelas teh hangat. Kak Dian masih sibuk mengamati daftar menu. Macam -macam memang, ada semut kacang, selai nanas, susu bahkan ada juga yang menggunakan daging dan sosis sebagai pelengkapnya. ” Ini aja dech….! Yang strowberry ” sahut kak Dian.

serabi_75273_f_110489“Mas mas….!” suaraku merambat hingga ke telinga mas pelayan. Kusodorkan daftar menu yang sudah kami centang sesuai dengan pesanan. “Mbak serabi yah…!” tanyaknya serius. “Iya mas serabi ma pisang bakar” mungkin mas pelayan sedang mencocokkan pesanan dengan daftar yang aku pesan. “Kalo begitu aku imut” sahutan mas pelayan dengan cepat sampil melempar senyum dan meninggalkan meja kami. “Hah….!” apa maksud pelayan tadi. Kak dian ketawa ngakak mendengar sisipan celoteh pelayan itu. “Mau gak dek jadi serabi…. hahahaha!” ujar kak Dian. “Yeeee enak aja, masak sini di bilang serabi, situnya yang imut, kebalik kali..!” Kulirik sewot mas pelayan, dia juga melirik ke arah meja kami sambil menahan tawa. “Kalo gitu kakak yang jadi serabinya dech…. tak gantiin….Kakak kan baik hati dan rajin menabung” kata kak Dian sambil tersenyum menahan geli. Bibirku hanya mencibir saja mendengar argument kakak. “Kakak jadi serabi, adik yang jadi gosong, jadi serabi gosong dech….. huahahaahahah!” lanjut kak Dian sambil ketawa ngakak. Aku yang di ketawain dari tadi hanya diam sambil menahan tawa sendiri.

Hangatnya tungku pemanggangan beradiasi hingga meja kami. Ku perhatikan juru masak semut, bener-bener lihai. Di luar kepala dia menggunakan peralatan masak itu. Jari-jarinya lincah memainkan tungku mungil tempat pembakaran.

Mas pelayan yang tadi mengambil daftar pesanan kami, datang membawa menu-menu yang kami pesan. “Serabi ya mbak..!” sapa mas pelayan. “IYA MAS SAYA PESAN SERABI” suaraku mantab tanpa keraguan. Mas pelayan malah ketawa mendengar kemantapan disertai nada kejengkelan suaraku. Kak Dian menutupi mulutnya, menyembunyikan ketawa di depan aku dan mas pelayan.

Kami mulai menyantap serabi imut yang tadi dipesan. “Wadow wenak….” lidahku menjulur seperti iklan di susu bendera kental manis. Tak mau kalah, Kak Dian juga mulai melancarkan serangan pada serabi imut. “Hemmm…!” dehemnya sambil menikmati rangkaian serabi imut.”Lezat sekali yah pandannya begitu terasa” sahut kakak sambil mengernyitkan dahi . Bagitulah sore itu, kami menghabiskan waktu menikmati fajar yang menyingsing sambil menyantap serabi imut yang begitu hangat. Puas sekali rasanya, tidak rugi kami travelling jauh jauh dan menemukan serabi imut yang begitu lezat.

pic from http://rezza88.wordpress.com